Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Sukabumi Kota Campernik

Seminggu lalu, seorang teman menanyakan sebutan apa yang pantas disematkan kepada Kota Sukabumi dalam Bahasa Sunda? Secara spontas saya menjawab : Gunakan saja kata campernik. Campernik dapat dielaborasi atau dijabarkan menjadi kata-kata yang lebih banyak misalnya; Cantik, Menarik, Profesional, Edukatif, Relijius, dan Unik. Memang terlalu panjang, namun ketika kata campernik ini dimaknai secara lugas, ia memiliki arti mungil dan cantik, sebuah sebutan yang pantas disematkan kepada sebuah kota kecil seperti Kota Sukabumi.

Siapapun -sudah pasti- dapat mereka-reka jargon, slogan, hingga visi dan misi untuk Kota Sukabumi ini. Selama beberapa decade, sebutan menarik dan selalu melekat dengan Sukabumi yaitu kota mochi, sebab dari kota inilah mocha dijadikan penganan khas dan sering dijadikan oleh-oleh baik oleh wisatawan domestic bahkan oleh orang Sukabumi sendiri.

Sebutan campernik merupakan hal baru jika disematkan untuk sebuah kota seperti Sukabumi meskipun kata ini sendiri sebetulnya te…

Menilai Baik dan Baik

Manusia sebagai subyek sering tidak terlepas dari penilaian baik dan buruk terhadap segala sesuatu. Kita akan memandang baik ketika melihat dan mendengar bahwa suatu hal benar-benar telah dianggap baik secara consensus dan disepakati bersama. Lahirnya sikap jujur, mandiri, ajeg, dan sifat-sifat lainnya yang mengandung kebaikan tidak terlepas dari nilai-nilai yang disepakati bersama.

Dengan menilai sesuatu berdasarkan kebaikan pada kutub kedua akan melahirkan pandangan buruk terhadap hal yang telah disepakati bahwa sesuatu itu bersifat buruk. Seorang guru akan mengecap Si Akbar sebagai siswa nakal ketika melakukan perbuatan yang telah disepakati sebagai sebuah keburukan, misalnya tawuran, sering bolos, dan tidak bersosialisasi dengan teman sekelasnya. Dalam term keagamaan lahirnya dualitas pandangan ini telah mempolarisasikan dua jenis manusia Si Soleh dan Si Toleh.

Pandangan baik dan buruk itu tidak hanya disematkan kepada segala sesuatu yang berada di luar diri kita, terhadap perso…

Adu Renyom Felix Janda

Sengaja saya menggunakan istilah yang diambil dari Bahasa Sunda, adu rényom untuk memberikan beberapa catatan dan komentar terhadap perang kata-kata antara Felix Siauw dengan Abu Janda Al-Boliwudi di acara ILC beberapa hari lalu. Imbasnya tentu saja terhadap maraknya komentar beragam yang dilontarkan oleh para pengguna media sosial dari kedua kubu, kelompok penengah hanya terheran-heran saja sambil mengangkat bahu, kenapa orang-orang menjadi lebih larut dalam perang mulut atau lebih tepatnya perang komentar daripada harus mengerjakan hal yang lebih penting dari sekadar itu, misalnya membangun bangsa ini? Terlepas apakah komentar-komentar itu didasari atas dalil atau hanya ide yang keluar dari pemberi komentar tetap saja telah menghasilkan pertempuran sengit di dunia maya, lantas sama sekali tidak memberi dampak dan pengaruh terhadap kehidupan nyata.

Dengan bahasa sederhana dapat disimpulkan, perang kata-kata beberama menit setelah ILC ditayangkan dengan pokok masalah “Reuni 212” tid…

Kota Batu

Kunjungan kerja hari kedua dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa kawasan dan destinasi wisata di Kota Batu, sebuah kota baru, berusia 12 tahun namun dapat dikatakan telah dapat mengejar dua kota tetangganya dalam berbagai aspek pembangunan.
Kota Batu – bagi saya sebagai orang Sukabumi – tidak berbeda dengan kondisi di Sukabumi terutama dalam hal cuaca, dingin dan memiliki kontur alam bergelombang, berbukit, serta di apit oleh beberapa gunung seperti; Gunung Putri Tidur, Gunung Vanderman, Gunung Bromo, dan Gunung Banyak. Tidak mengherankan di daerah ini terdapat perkebunan apel, strawberry, dan sayur-mayur.
Destinasi wisata yang dibangun dan dikelola oleh pihak swasta juga memiliki kemiripan dengan beberapa obyek wisata yang terdapat di Sukabumi. Obyek wisata Selecta Kota Batu sangat identik dengan obyek wisata Pangrango dan Selabintana. Perbedaan mencolok antara Kota Batu dengan Sukabumi yaitu pengelolaan berbagai obyek wisata diserahkan oleh pemerintah kepada pihak swasta dan pa…

Kunjungan Ke Malang

Tim Ekonomi Kabupaten Sukabumi diikutsertakan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sukabumi mengadakan studi banding Usaha Kecil dan Menengah ke Kota Malang dan Batu. Studi Banding yang digagas oleh Bidang UKM Disperindagkop-UKM ini merupakan upaya menggali potensi Usaha Mikro di Kota Malang dan Batu,

Perjalanan dari Kota Sukabumi ke Kota Malang memakan waktu sekitar 20 jam dengan menaiki Kereta Api dari Bandung. Hari pertama tiba di Malang, rombongan disambut oleh sebuah pemandangan hasil kreatifitas warga Malang, Kampung Warna-Warni. 
Dari sudut pandang yang kami lihat, kota mana pun sebenarnya dapat menyulap perkampungan sederhana menjadi perkampungan warna-warni, sebab penyajian perkampungan ini sangat sederhana hanya dengan melabur perumahan dengan cat tembok berbagai warna.

Gambar 1 : Kampung Warna-warni Kota Malang di pagi hari
Untuk Kota Sukabumi saja, konsep pembangunan perkampungan warna-warni dapat dilakukan di kawasan bantaran Sungai seperti Ciandam, dan Kebo…

Kang Warsa - 2014