Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Cipeueut, Wangunreja, Kibitay: Jejak Sejarah yang Terabaikan

Sebuah tugu terbuat dari tumpukan batu berdiri di areal tanah pekuburan Kampung Cipeueut. Kondisi tugu ini sendiri hampir ambruk, bagian bawahnya telah retak, kecuali tidak mendapat perawatan juga telah lapuk di makan usia. Menurut penuturan seorang ketua Rukun Tetangga, bernama Asep, tugu ini dibangun pada tahun 50-an sebagai tugu peringatan terhadap perjuangan orang-orang di sana saat melawan tentara Jepang pada tahun 1942-1945.

Sejarah masuknya Jepang ke Sukabumi diawali saat Jepang mendarat dan merebut Eretan Banten dari Belanda. Jepang kemudian mengembangkan kekuasaannya ke daerah-daerah terdekat. Jepang mampu menguasai Sukabumi dan merebutnya dari Belanda dalam waktu singkat pada medio tahun 1943.

Tempat dan kantor-kantor pemerintahan dikuasai oleh Jepang dengan mudah karena mendapatkan bantuan dari pribumi dengan menunjukkan markas-markas utama Belanda. Semboyan 3A yang dipropagandakan Jepang mampu meyakinkan penduduk Sukabumi bahwa kedatangan mereka memiliki tujuan untuk memb…

Resume Buku: Kyai dan Perubahan Sosial

Buku karya Hiroko Horikoshi berjudul Kyai dan Perubahan Sosial membahas tentang kyai dan ulama di Perdesaan Jawa Barat, Indonesia. Kyai dan ulama adalah gelar ahli agama Islam. Lokus penelitian dilakukan oleh Horikoshi di Kampung Cipari, Garut. Hal penting yang diinginkan dalam penelitiannya tersebut adalah menjawab sebuah persoalan penting yang sering diperdebatkan selama beberapa tahun tentang peran kyai dalam perubahan sosial. Geertz pernah menyoal antara kyai, santri, dan abangan, namun dalam karya Geertz tersebut masih ada kontradiksi pernyataan, tidak tegas, sering muncul pertentangan satu sama lain. Satu sisi Geertz menyebutkan kyai sebagai pemantik ‘kebebasan berusaha’, namun pada sisi lain ia menyebutkan kyai sebagai pemantik bagi masyarakat dalam pengejaran kehidupan di akhirat nanti, hanya bergumul pada persoalan pahala dan dosa saja.[1]




[1] Zamakhsarie Dhofier. 1982. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES. Hal 5.

Review Buku: Islam dan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Buku yang berasal dari tesis Ph.D Syafii Maarif di Universitas Chicago ini mewakili dengan baik neo modernism Islam. Interaksi Maarif dengan salah seorang intelektual Islam, Fazlur Rahman merupakan keberuntungan yang telah mendekatkan alam pemikiran Maarif kepada dunia intelektualisme Islam meskipun tidak terlibat langsung dalam kemodernan sejarah. Pembahasan masalah dalam buku ini sangat kuat dipengaruhi oleh latar belakang Maarif yang telah terlibat dalam organisasi dan perjuangan Islam di Indonesia saat masih muda. Buku ini mencakup segala keberanian Maarif yang terbingkai dalam intelektualitas.[1]




[1]Nurcholis Madjid dalam Pengantar Buku: Ahmad Syafii Maarif, Islam dan Pancasila Sebagai Dasar Negara.

Atret jadi Potret

Perkembangan teater di Sukabumi tidak terlepas dari akar budaya masyarakatnya. Di zaman aksial, ketika peradaban manusia mulai tumbuh dengan dibentuknya berbagai unsur-unsur kebudayaan oleh sebuah masyarakat, terutama didominiasi oleh unsur keyakinan. Tradisi terbentuk dan terpola mengikuti bahkan ditentukan oleh untuk apa tradisi diadakan di dalam kehidupan? Unsur kebudayaan seperti seni di era aksial benar-benar tumbuh dalam bingkai atau kerangka keyakinan.
Manusia sebagai mahluk sosial memiliki satu kecendrungan alamiah, eksistensi dan keberadaannya merasa harus diakui oleh orang lain. Maka lahirlah keinginan untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan pengalaman dan impuls-impuls yang ada dalam diri mereka melalui berbagai bentuk rupa, tampilan, pertunjukkan, musik, hingga teater. Kekuatan keyakinan dalam memengaruhi perwujudan seni begitu jelas terlihat dalam ekspresi kehidupan masyakat aksial awal atau tradisional, bahkan hingga sekarang, di tatar Pasundan fenomena penampilan se…

Pemberontakan Banten

Abad XIX merupakan suatu periode pergolakan yang disertai perubahan sosial akibat pengaruh Barat yang semakin kuat. Seluruh proses peralihan dari tradisional ke modernitas ditandai oleh goncangan-goncangan yang silih berganti. Di Banten, seperti halnya di seluruh Indonesia, abad XIX ditandai oleh kontak yang semakin meningkat dengan dunia Barat. Pelaksanaan pajak kepala, peraturan-peraturan tentang rodi dan lain sebagainya, menyebabkan timbulnya pemberontakan di daerah-daerah pedesaan.

Pemberontakan petani di Banten yang berpusat di Cilegon ini merupakan satu dari sekian banyak pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di jawa pada masa itu. Pemberontakan ini dipimpin oleh golongan agama yakni para tokoh agama islam dan beberapa elit desa yang sudah tidak memiliki prestise politik akibat desakan pemerintah kolonial. Penyebab terjadinya pemberontakan adalah masalah penarikan pajak, permasalahan urusan agama, kemiskinan akibat kegagalan panen sebagai dampak dari wabah penyakit dan gempa …

Gerakan Paderi dan Modernisasi Islam di Nusantara

Agama Islam sudah menjadi agama orang-orang Minangkabau dengan terjalinya adat dan agama maka kebudayaan menjadi dominan dalam kehidupan orang Minangkabau, sehingga masyarakat Minangkabau berbentengkan adat yang bersendikan kepada agama Islalam.

Aliran agama Islam yang masuk ke daerah ini adalah mula-mula mazhab syafi`I, kemudian masuk pula aliran baru, ialah syiah yang mungkin berasal dari Aceh sejalan dengan ekspansi Aceh ke daerah-daerah pesisir Sumatera Barat dengan bukti masih terdapat upacara-upacara Tabut pada perayaan 10 Muharam (hari Asejera) dengan semuanya keluarga Ali.

Dengan kembalinya Haji Piabang, Haji Sumanik, dan Haji Muskin dari tanah Mekkah pada permulaan Abad ke XIX, yang melihat dari dekat kemajuan yang dicapai oleh kaum Wahabi dibawa dalam usaha memurnikan agama Islam, maka berkembang di Minagkabau mazhab Hambali atau aliran Wahabi.

Tritangtu dan Harmoni Kehidupan

Tritangtu dalam Budaya Sunda merupakan sebuah konklusi-meditatif yang telah dicetuskan oleh para leluhur atau karuhun Sunda. Totalitas dalam kehidupan merupakan ciri utama konsep ini. Pembagian masyarakat menjadi tiga kelompok dilakukan bukan untuk membedakan melainkan untuk meneguhkan posisi dan jati diri setiap individu. Resi, Rama/Sepuh, dan Ratu menjadi  tiga lembaga , berperan dalam mensejahterakan masyarakat; Ngaping, Ngajaring, Ngaheuyeuk. Ngasah, Ngaasuh, dan Ngaasih.
Pola budaya seperti ini lahir sebagai pengejawantahan kebersamaan dan persamaan manusia dengan kosmos (alam raya). Manusia Sunda bisa dikatakan sebagai kelompok tradisional, dikatakan seperti itu memang wajar karena secara historis, akar kebudayaan dan peradaban dunia ini berasal dari satu sumber dan ajaran, sebagai software di alam semesta ini. Software atau perangkat lunak akan dikatakan sebagai perangkat lunak terpercaya ketika ada kesinambungan antara hardware (Kosmos) dengan software-nya (Mikro-kosmos). Jika …

Prestasi Perpustakaan Sindangsari

Perpustakaan Kelurahan Sindangsari baru lima tahun diprogramkan. Sejak 2010 dan diresmikan sebagai perpustakakaan Kelurahan pada tahun 2015 lalu.

Pada tahun ini, Perpustakaan Kelurahan Sindangsari telah meraih sebuah prestasi sebagai pengelolaan dan peningkatan minat baca di kelurahan tersebut.

“Ketulusan untuk meraih masyarakat dalam meningkatkan minat baca ini sukses dan dibuktikan mendapatkan juara 3 tingkat nasional,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (15/1).

Ada sekitar 2.600 buku di dalam perpustakaan tersebut. Dari sekian buku tersebut tidak hanya dikhususkan untuk pelajar saja, masyarakat umum juga bisa menggunakan fasilitas ‘taman baca’ kelurahan.

Kecuali untuk masyarakat di Kelurahan Sindangsari, Perpustakaan Kelurahan pun bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Yoyoh Warliah, salah seorang pengelola perpustakaan mengatakan, setelah perpustakaan ini diresmikan ada peningkatan minat baca masyarakat.

Fasilitas yang dimiliki oleh perpustakaan ini antara lain: tam…

ISIS

Ada banyak ketidaksengajaan dalam ambigu sebuah kata. ISIS misalkan, dalam dunia kontemporer, ISIS merupakan kelompok pemuja Sorga, sebuah kelompok yang ingin mengejawantahkan negara Islam dalam sistem pemerintahan, dengan cara-cara radikal. Alasan utama mereka melakukan; pengebomam dan aksi teror lain  sebagai balas dendam terhadap kelompok-kelompok yang mereka anggap kafir, entitas kelompok yang berada di luar mereka. Ajaran ini bermula pasca kenabian (Nubuwwah), lahirnya kelompok-kelompok politik di Jazirah Arab sebagai kembalinya kembali dominasi klanisme di kawasan tersebut.

Klanisme dan ashobiyyah menjadi ciri utama pra-nubuwwah atau kenabian, perang dan pertempuran diyakini sebagai sebuah kehormatan. Hukum yang tertancap dalam kehidupan adalah balas dendam, tangan dibalas tangan, telinga dibalas telinga, mata dibalas mata, dan nyawa dibalas nyawa. Hukum seperti ini memang sah berlaku di masyarakat beriklim gurun. Hukum seperti ini dicetuskan pertama kali oleh Hammurabi dalam c…

Wanci

Anu kungsi ngalalajoan film Once Upon A Time in China 2 tangtu apal, nalika dr Sun Man atawa Sun Yat Sen ngébréhkeun kalawan daria ka Wong Fei Hung kumaha pentingna jalma kudu ngahormat jeung ngamanfaatkeun waktu anu aya. Henteu anéh, dina éta film, Sun Yat Sen salaku Bapa Révolusi Tiongkok tara elat mésakan jeung ngilikan kana jam saku ampir tiap menit.

Dina tiap pangajian ogé asa mindeng dipedar kumaha pentingna waktu, malah ceuk Ustadz Écép dina Quran sorangan aya hiji surat anu dibéré ngaran Al-‘Ash, Waktu. Papatah jeung paribasa mah geus puguh metet medar kana anu ngaran waktu.

Di tatar Sunda disebutna wanci, hiji kaayaan anu nyurup jeung muterna bumi kana srangéngé. Ti mimiti janari leutik nepi ka tengah peuting miboga ngaran wanci séwang-séwangan. Éta wanci nuduhkeun kahirupan jalma atawa masyarakat di Tatar Sunda sajeroning hirup.

Anu disebut miindung ka waktu mibapa ka jaman téh geuning lain saukur diri urang kudu nyurup jeung kamajuan, leuwih ti éta - da ari mangsa mah he…

Supata Karuhun

Lobana custom, kabiasaan, jeung naon anu pernah dilakonan ku buyut, aki, nini, indung, jeung bapa anu geus henteu dilakonan deui ku urang ayeuna, ceuk sababaraha jalma , ieu pisan anu jadi cukang lantaran henteu berkahna hirup. Élmu sosiologi nyebutkeun, kabiasaan hadé anu dilakonan ku hiji kelompok sosial masarakat mangrupa pamageuh ngadegna panggung kahirupan hiji masarakat.

Jaman mémang geus robah, usik-malik tina jaman buhun ka modérn. Norma-norma anu henteu diserat ayeuna geus loba anu dipindahkeun kana aturan-aturan, konstitusi, anu disahkan ngaliwatan hiji lembaga jeung dilembagakeun kalawan hiji prosés légalisasi jeung formalitas. Sangkan diaku kalawan universal jeung disebut umum. ‘ Réstorasi Meiji’ di nagara Jepang sabenerna bisa dijadikeun eunteung ku urang, masarakat Sunda. Hiji réstorasi anu ngahijikeun antara sumanget tradisi jeung kamajuan jaman. Masarakat Jepang henteu nolak kana naon hal kaalusan anu geus dihasilkeun ku kamotékaran hirup, tapi tetep nyekel pageuh kan…

Monyet jeung Kuya

Penulis cerita binatang atau  fabel ternama memang Aesof, seorang penulis dari sebuah pulau kecil di Ionia. Namun, fabel sebagai cerita rakyat atau folklor pun telah di kenal begitu luas di masyarakat Nusantara, bisa jadi, karena keheterogenan flora dan fauna di wilayah ini, entah berapa ratus ribu fabel yang menyebar di masyarakatnya, diceritakan dari generasi ke generasi.
Di Tatar Sunda ada fabel 'Sakadang Monyet jeung Sakadang Kuya". Dengan berbagai derivasi dan turunan cerita yang dibahasakan baik di rumah oleh orangtua kepada anak-anaknya juga di sekolah oleh para guru kepada para siswanya. Pembahasaan fabel Sakadang Monyet jeung Kuya ini merupakan media penyampaian pesan-pesan moral dalam kehidupan. Antara rasionalisme yang dianut oleh Sakadang Monyet atau sikap Deep Thinking yang sering dilakukan oleh Sakadang Kuya.
Fabel Sakadang Monyet jeung Kuya merupakan sebuah refleksi dan proyeksi kehidupan dua masyarakat; masyarakat yang hidup di pegunungan dan yang tinggal di dek…

Perkembangan Bisnis dan Kompetisi Global

Secara normatif landasan idiil sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila, dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama, bukan materialisme); Kemanusiaan yang adil dan Beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi); Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan, Asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi); Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyuat dan hajat hidup orang banyak); serta Keadilan Sosial (persamaan/emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama bukan kemakmuran orang-seorang).


Oleh: H. Andri S Hamami, Pengusaha asala Sukabumi

Menjaga Kedaulatan Kelautan NKRI

Ada hal menarik dari pernyataan pemerintah terkait penangkapan tiga kapal nelayan Filpina di perairan Mianggas, Kalimantan Utara, November lalu. Dalam pernyataan resmi yang dikutip beberapa media nasional, pemerintah (Kementerian Kelautan dan Perikanan) menyatakan; Mereka ditangkap karena melanggar kedaulatan Republik Indonesia dengan menangkap ikan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) tanpa izin.

Tindakan pemerintah menangkap kapal-kapal asing yang menangkap ikan tanpa izin di wilayah ZEEI sudah tepat, karena hal tersebut melanggar hukum laut internasional yang telah disepakati dalam konvensi tanggal 10 Desember 1982 (UNCLOS 1982) dan UU No.5 Tahun 1985 tentang ZEEI. Namun demikian, perlu digarisbawahi, praktik illegal fishing tidak bisa dikategorikan sebagai tindakan yang melanggar kedaulatan NKRI, jika dilakukan di ZEEI.

Berbeda dengan kedaulatan Indonesia di wilayah laut territorial dan laut kepulauan, kekuasaan Indonesia atas sumber daya ikan di wilayah ZEEI ditetapkan seba…

Dua Hari Menjabat, Walikota di Meksiko Tewas Ditembak

Seorang wali kota di Meksiko meninggal dunia akibat ditembak, dua hari setelah resmi memangku jabatan.

Kepolisian menyebutkan Gisela Mota meninggal dunia di rumahnya di Kota Temixco, 85 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Mexico City, pada Jumat (01/01).

Dia dilaporkan diserang empat pria bersenjata. Polisi mengejar para pelaku dan menembak dua di antara mereka hingga tewas. Adapun dua lainnya ditangkap dalam keadaan hidup.

Motif pembunuhan Mota belum jelas. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah wali kota di Meksiko tewas oleh orang-orang yang dituduh sebagai penyelundup narkotika.

Pada Agustus 2010, misalnya, Marco Antonio Leal Garcia, Wali Kota Hidalgo di salah satu kawasan perbatasan Meksiko ditembak mati. Beberapa bulan sebelumnya, seorang wali kota lainnya ditemukan tewas terbunuh.

Mendiang Mota ialah mantan anggota parlemen Meksiko yang berusia awal 30-an tahun. Sebelum meninggal, dia berjanji untuk membersihkan Temixco, sebuah kota industri yang dilanda permasalahan narkoba d…

Kang Warsa - 2014