Langsung ke konten utama

Paguron

Kata Paguron memiliki arti Perguruan. Ini berhubungan dengan seni bela diri pencak silat.

Malam tadi, para pemuda Balandongan mengadakan kunjungan ke Paguron Silat Cisemplak Wangunreja.

Di desa ini, seni bela diri pencak silat masih mendapatkan tempat. Rata-rata masyarakat di desa ini memiliki keahlian beladiri tersebut.

Abah Di'ung, salah seorang yang aktif mendidik anak-anak di desa ini menuturkan: "kegiatan pencak silat di desa ini memang telah berjalan sejak taun 1974."

Orangtua berumur 59 tahun ini selain memiliki kepiawaian "maen-po", juga mahir dalam menabuh kendang, salah satu 'waditra' yang digunakan dalam pencak silat.

" Saya mendidik anak-anak kampung Cisemplak ini setiap Sabtu malam." Kata lelaki berjanggut putih tersebut kepada Sukabumi Discovery.

Menurut penuturan salah seorang tokoh setempat, Abah One, selain di kampung Cisemplak, hampir seluruh perkampungan sepanjang Ciwangun sampai Cijolang masih memegang teguh seni dan budaya warisan 'karuhun'. []

Kang Warsa
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syarat Izin Operasional Padepokan

PEMERINTAH KOTA SUKABUMI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Jl. Pelabuan II Km.5 Telp (0266) 221766 Sukabumi

PERSYARATAN IZIN OPERASIONAL SANGGAR/LINGKUNG SENI/ PADEPOKAN SENI
A.PERSYARATAN
1.Membuat Surat Permohonan Izin Operasional SK/Sanggar/Lingkung Seni/Padepokan 2.Melengkapi Administrasi a.Photo Copy KTP pemilik/pimpinan organisasi. b.Pas Photo 3x4 (2 lembar). c.Membuat Surat Permohonan Izin Sanggar/Lingkung Seni/Padepokan. 3.Kelengkapan Database a.Sanggar : -Harus ada murisd yang terdata. -Profil/ Daftar Struktur Organisasi sanggar. -Sudah berjalan satu tahun dengan melampirkan Buku Induk Peserta kursus sanggar. b.Lingkung Seni : -Profil/ Daftar Struktur Organisasi Lingkung Seni. -Sudah berjalan satu tahun dengan melampirkan  bukti kegiatan Lingkung Seni. c.Padepokan :

Resume Buku: Kyai dan Perubahan Sosial

Buku karya Hiroko Horikoshi berjudul Kyai dan Perubahan Sosial membahas tentang kyai dan ulama di Perdesaan Jawa Barat, Indonesia. Kyai dan ulama adalah gelar ahli agama Islam. Lokus penelitian dilakukan oleh Horikoshi di Kampung Cipari, Garut. Hal penting yang diinginkan dalam penelitiannya tersebut adalah menjawab sebuah persoalan penting yang sering diperdebatkan selama beberapa tahun tentang peran kyai dalam perubahan sosial. Geertz pernah menyoal antara kyai, santri, dan abangan, namun dalam karya Geertz tersebut masih ada kontradiksi pernyataan, tidak tegas, sering muncul pertentangan satu sama lain. Satu sisi Geertz menyebutkan kyai sebagai pemantik ‘kebebasan berusaha’, namun pada sisi lain ia menyebutkan kyai sebagai pemantik bagi masyarakat dalam pengejaran kehidupan di akhirat nanti, hanya bergumul pada persoalan pahala dan dosa saja.[1]




[1] Zamakhsarie Dhofier. 1982. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES. Hal 5.

Review Buku: Islam Pascakolonial

Kang Warsa - 2014