Langsung ke konten utama

Kelurahan Sindangsari Kota Sukabumi Siap Tandang Makalangan

Aparat Kelurahan Sindangsari Kecamatan Lembursitu kota Sukabumi, kini tengah giat-giatnya bebenah diri bersolek dengan ditunjang sepenuhnya oleh segenap komponen masyarakat yang ada dan Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam upaya menghadapi lomba kelurahan di tingkat wilayah bogor.

Salah satu bentuk upaya keras yang masih dalam proses pengerjaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi akan segera dibangun WIFI oleh SKPD terkait ( Kominfo), sebagai langkah strategis dalam memberikan kemudahan bagi warga setempat untuk dapat mengakses data atau informasi yang diperlukan.

Kepala Kelurahan Sindangsari Saefullah, SPd, mengemukakan bahwa Visi kantor kelurahan sindangsari adalah terwujudnya sebagai kelurahan terdepan dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengoptimalkan sumberdaya manusia yang beriman dan bertaqwa.

Menurutnya Kelurahan Sindangsari secara administrative berada di wilayah Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi dengan luas wilayah 101,77 Ha terdiri , Luas Pemukiman : 47,60 Ha , Persawahan : 45 Ha Perkantoran : 1,26 Ha, Pemakaman : 1,26 Ha dan prasarana umum lainnya : 6,11 Ha.

“Batas wilayah kelurahan sindangsari sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang sebelah Selatan Kelurahan Cipanengah Kecamatan Lembursitu sebalah Timur Kelurahan Sudajayahilir Kecamatan Baros sebelah Barat Kelurahan Dayeuhluhur Kecamatan Warudoyong”.

Lebih lanjut dikemukakan Saefullah SPd, Jumlah Penduduk kelurahan sindangsari , 5.396 Jiwa Laki-laki 2.687 Jiwa dan Perempuan : 2.709 Jiwa dengan jumlah kepala keluarga ( KK ) 1.579 yang tersebar di 6 RW dan 21 RT dan sebagian besar mata pencaharian penduduk bertani.

“Lembaga Pendidikan formal meliputi 3 play group , 6 Taman kanak-kanak , 2 SD, 1 SMP/sdrjt , dan 1 SMA/sdrjt , sedangkan Pendidikan Formal Keagamaan antara lain 4 Raudhatul atfhal, 1 ibtidaiyah, 1 Tsanawiyah 1 aliyah 2 ponses ,1 MD dan 4 TPQ” .

Dikemukakannya Prasarana Air Bersih dan Sanitasi meliputi jumlah sumur gali 1.025 unit . mata air : 97 unit , sumur air rumah tangga 264 rumah MKCK umum 19 unit, jamban keluarga 954 kk dan kondisi saluran drainase/saluran pembuangan air limbah 690 unit, Prasarana Irigasi panjang saluran primer 2.500 m , saluran sekunder : 6.000 m dan panjang saluran tersier : 4.500 m , jumlah pintu sadap 4 unit , jumlah pintu pembagi air 4 unit .jumlah masjid 7 buah dan mushola 17 buah Prasarana Dan Sarana Kesehatan, Puskesmas pembantu 1 unit, apotik 1 unit , posyandu 7 unit, rumha/kantor praktek dokter 1 unit, balai kesehatan ibu dan anak 1 unit, dokter umum 3 orang, dokter spesialis lainnya 1 orang, paramedis 5 orang, bidan 2 orang, dokter praktek 3 orang dan jumlah labolatorium kesehatan 1 uni .

Prasarana Dan Sarana Kebersihan, tempat pembuangan sementara (TPS) 8 lokasi, jumlah gerobak sampah 10 unit, tong sampah 50 unit, satgas kebersihan 2 kelompok, anggota satgas kebersihan 4 orang dan pemulung 1 orang. ujarny a

Sumber : Deden Dendayasa | ECCES

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syarat Izin Operasional Padepokan

PEMERINTAH KOTA SUKABUMI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Jl. Pelabuan II Km.5 Telp (0266) 221766 Sukabumi

PERSYARATAN IZIN OPERASIONAL SANGGAR/LINGKUNG SENI/ PADEPOKAN SENI
A.PERSYARATAN
1.Membuat Surat Permohonan Izin Operasional SK/Sanggar/Lingkung Seni/Padepokan 2.Melengkapi Administrasi a.Photo Copy KTP pemilik/pimpinan organisasi. b.Pas Photo 3x4 (2 lembar). c.Membuat Surat Permohonan Izin Sanggar/Lingkung Seni/Padepokan. 3.Kelengkapan Database a.Sanggar : -Harus ada murisd yang terdata. -Profil/ Daftar Struktur Organisasi sanggar. -Sudah berjalan satu tahun dengan melampirkan Buku Induk Peserta kursus sanggar. b.Lingkung Seni : -Profil/ Daftar Struktur Organisasi Lingkung Seni. -Sudah berjalan satu tahun dengan melampirkan  bukti kegiatan Lingkung Seni. c.Padepokan :

Review Buku: Islam Pascakolonial

Resume Buku: Kyai dan Perubahan Sosial

Buku karya Hiroko Horikoshi berjudul Kyai dan Perubahan Sosial membahas tentang kyai dan ulama di Perdesaan Jawa Barat, Indonesia. Kyai dan ulama adalah gelar ahli agama Islam. Lokus penelitian dilakukan oleh Horikoshi di Kampung Cipari, Garut. Hal penting yang diinginkan dalam penelitiannya tersebut adalah menjawab sebuah persoalan penting yang sering diperdebatkan selama beberapa tahun tentang peran kyai dalam perubahan sosial. Geertz pernah menyoal antara kyai, santri, dan abangan, namun dalam karya Geertz tersebut masih ada kontradiksi pernyataan, tidak tegas, sering muncul pertentangan satu sama lain. Satu sisi Geertz menyebutkan kyai sebagai pemantik ‘kebebasan berusaha’, namun pada sisi lain ia menyebutkan kyai sebagai pemantik bagi masyarakat dalam pengejaran kehidupan di akhirat nanti, hanya bergumul pada persoalan pahala dan dosa saja.[1]




[1] Zamakhsarie Dhofier. 1982. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES. Hal 5.

Kang Warsa - 2014