Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Beban Ganda Malnutrisi bagi Indonesia

PESAN UTAMA
Di Indonesia, 37,2% balita bertubuh pendek (stunting) dan kesadaran masyarakat akan hal ini masih rendah.Stunting bisa mengurangi produktivitas seseorang pada usia muda, kemudian meningkatkan risiko terkena penyakit tidak menular saat tua – ini adalah beban ganda malnutrisi.Sebuah studi menunjukkan bahwa beban ganda malnutrisi di Indonesia semakin mengkhawatirkan.Banyak hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Indonesia. Menurunnya tingkat kematian balita – dari 85 tiap 100 kelahiran pada tahun 1990, menjadi 31 pada 2012 – adalah salah satunya.Namun, masalah stunting, atau tubuh pendek, masih menjadi masalah besar. Banyak masyarakat Indonesia belum menyadari besarnya masalah ini. Umumnya, Indonesia lebih memperhatikan berat badan kurang untuk menentukan kondisi gizi. Tetapi, bila menggunakan ukuran ini saja, masalah gizi akan nampak sudah teratasi karena tingkat berat badan sangat kurang hanya 5,4% dari seluruh balita di Indonesia.

Faktanya, 8,4 juta balita, atau 37,2%, dari…

Takarannya Subyektifitas

Masalah sebenarnya, ketika kita bercermin lantas muncul sosok mahluk paling menakutkan bukan terletak hanya dari cermin kotor, belah, dan rusak. Juga dari diri kita sendiri. Namun, kapasitas, kualitas, dan ukuran kecantikan serta ketampanan seseorang bukan barang yang dipesan. Karena tidak dipesan, maka ini tidak terlepas dari sebuah obyektifitas. Sudah tentu, subyektifitas harus dilepas, dan Melepas subyektifitas inilah yang sulit. Cara pandang kita terhadap persoalan dan masalah (padahal bukan masalah, kecuali permainan yang dibuat oleh sebuah kelompok) telah menjebak diri kita kepada subyektifitas. Benar dan salah tidak ditempatkan pada posisi yang seharusnya, bukan ukuran jika benar itu adalah benar, dan salah itu adalah salah, melainkan adanya desakan dari diri kita, seorang Subyek. Bukan mengamati obyek yang sedang diamati.
Jarang sekali dari sekian ratus ribu juta di antara kita mengerti bahwa permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini adalah sebuah permainan, permainan y…

Madrid Mengalahkan Atletico

Gol Javier Hernandez menjadi penentu dalam kemenangan Real Madrid atas saingan satu kota, Atletico Madrid, dalam perempat final Liga Champions, Rabu (22/04) malam waktu Eropa.

Dalam laga pertama keduanya bermain imbang tanpa gol.

Atletico Madrid bermain solid sehingga tuan rumah Real Madrid tampak kesulitan untuk menembus pertahanan lawan namun peluang terbuka setelah wasit mengeluarkan kartu merah untuk gelandang Arda Turan, pada menit ke-75. Turan -asal Turki- mendapat dua kali kartu kuning.

Dan sekitar 13 menit kemudian Javier Hernández mencetak gol dengan tendangan dari dalam kotak penalti setelah memanfaatkan umpan dari Cristiano Ronaldo.

Dalam pertandingan lainnya, tuan rumah Monaco tetap tersingkir walau berhasil menahan imbang Juventus karena Juventus menang 1-0 dalam laga pertama.

Dua klub lain yang sudah mendapatkan tempat di semi final adalah Barcelona dan Bayern Munchen.

Barcelona menyingkirkan Paris St-Germain dengan angka akhir 5-1 sementara Bayern Munchen, yang sempat ke…

Sistim Pendidikan, Kultur Kepiting, dan Kekerasan

Dunia pendidikan di Sukabumi kembali menemui ‘persoalan’ moral, seorang siswi kelas II SDN Cimanggu, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi meninggal akibat dianiaya oleh tiga orang siswa. Proses hukum – penahanan - terhadap anak di bawah umur pun harus berbenturan dengan Undang-undang No 11 dan 12 Tahun 2013 tentang Sistem Peradilan anak. Hukum memang sulit ajeg sebagai dirinya sendiri, sebab bagaimana pun dipengaruhi oleh apa yang ada di luar hukum itu sendiri. Refresifitas hukum menjadi terlihat lemah ketika berbenturan dengan hukum itu sendiri. Maka harus dicari solusi dan akar persoalan penyebab lahirnya ‘kebuasaan’ bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa juga oleh anak di bawah umur.

Karena dipengaruhi oleh faktor yang berada di luar hukum, maka penyebab lahirnya pelanggaran hukum menjadi sorotan utama, terlebih ketika persoalan yang muncul lahir dari degradasi moral di dalam kehidupan. Penerapan Sistim pendidikan yang kurang maksimal di negara ini sering dijadikan rujukan lah…

Sumber Pendapatan Berbasis Kultural

Studi Banding yang dilakukan oleh DPRD Kota Sukabumi ke Kota Tangerang Selatan selama tiga hari berturut-turut dari hari Senin- Rabu merupakan tindak lanjut dari Rapat Paripurna Penjelasan Walikota dan Pandangan Umum Fraksi DPRD Kota Sukabumi terhadap LKPJ tahun 2014. Seminggu lalu, penulis memaparkan beberapa analisa terhadap LKPJ 2014 tersebut. DPRD Kota Sukabumi menyikapi hal tersebut dengan membentuk panitia khusus (Pansus) LKPJ, maksud pembentukan pansus tersebut untuk mengkaji lebih utuh beberapa catatan dalam LKPJ dan rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan terhadap kinerja Kepala Daerah di tahun 2014.

Secara umum, LKPJ 2014 Kota Sukabumi tidak banyak yang harus dikoreksi dari segi sistimatika dan struktur penyampaiannya. Saran yang penting disampaikan terhadap kinerja Kepala Daerah adalah Pemerintah Kota Sukabumi terutama setiap SKPD harus benar-benar memaksimalkan realisasi anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD Kota, terutama pada tahun 2015 ini. Kunjungan kerja ke Biro …

Materi Stuba DPRD ke Tangerang Selatan

Studi Banding yang dilakukan oleh Pansus LKPJ Tahun 2014 diketuai oleh Yunus Suhandi, S.IP. Anggota DPRD terdiri dari; Dadang Suparman, Anwar Hermansyah, Yatna Suryatna, Rojab Asy'ari, Bayu Waluya, Kamal Suherman,Syihabudin, Usep Ubaidillah, Henry Slamet, Atut Wiganti,  dan Adrian tiba di Sekretariat DPRD Kota Tangerang Selatan pada pukul 10.05 WIB.
Pejabat berwenang dari DPRD Kota Tangerang Selatan menyambut kedatangan Pansus LKPJ DPRD Kota Sukabumi. Rizki Arnis selaku anggota DPRD Kota Tangerang Selatan memberikan penyampaian persoalan LKPJ.
Menurut Arnis, LKPJ di Tangerang Selatan akan ditindaklanjuti oleh Komisi-komisi di DPRD. " Untuk membahas LKPJ, DPRD tidak membentuk panitia khusus."

Sampai saat ini, APBD Kota Tangerang selatan sebesar, Rp. 2.8 triliun, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 1 triliun.
Kamal Suherman, salah seorang pimpinan DPRD Kota Sukabumi menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan pansus LKPJ ke Kota Tangerang Selatan.
Kamal dari Fraksi Ge…

Sketsa Kantor Dinas Kesehatan Kota Sukabumi

Dalam program Kota Sukabumi dalam Sketsa, Sukabumi Discovery akan menyajikan dokumentasi Kota Sukabumi dalam sketsa.
Edisi ini, Kantor Dinas Kesehatan Kota Sukabumi yang terletak di Jl. Suryakencana No 41 menjadi salah satu obyek sketsa kami.
Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan 3 Indonesia.

Studi Banding Pansus LKPJ

Pansus LKPJ DPRD Kota Sukabumi menyelenggarakan studi banding ke Tangerang Selatan selama tiga hari.

Kegiatan pasca penyelenggaraan rapat paripurna Pandangan Umum terhadap LKPJ Tahun 2014 tersebut dilakukan dari hari Senin sampai Rabu (20-22 April 2015).

Studi banding dilakukan untuk menggali lebih jauh proses maksimalisasi penyelenggaraan penyerapan anggaran dalam program dan kegiatan.

Muslikh Abdusysukur, Ketua DPRD Kota Sukabumi ikut serta dalam kegiatan studi banding tersebut.

Beberapa minggu lalu, saat setiap fraksi menyampaikan pandangan umum terhadap penjelasan Walikota Sukabumi atas LKPJ tahun 2014 disebutkan pemerintah Kota Sukabumi diharapkan bisa memaksimalkan penggunaan anggaran yang telah tertuang dalam APBD.

Fraksi Golkar menilai serapan anggaran jika dimaksimalkan akan menjawab berbagai persoalan pembangunan di Kota Sukabumi.

Yunus Suhandi dan Dadang Suparman menyebutkan, penyampaian pokok-pokok pikiran dewan yang telah diatur oleh perundang-undangan harus dilakukan dal…

Makin Banyak Wanita Prancis Gabung Dengan ISIS

Propaganda ISIS di Prancis 'sengaja' menjadikan kaum wanita sebagai sasaran.

Makin banyak wanita Prancis yang dijadikan target untuk bergabung dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Menurut para pengamat terorisme, jumlah wanita yang bergabung ke kelompok ekstrem tersebut lebih banyak dibandingkan laki-laki.

"Banyak wanita di Prancis yang tertarik (untuk bergabung dengan ISIS) karena alasan kemanusiaan," kata Jean-Charles Brisard, direktur Pusat Analisis Terorisme di Paris kepada situs berita Prancis, The Local.

"Propaganda dengan sasaran warga Prancis banyak menampilkan wanita dan anak-anak yang menderita. Video dan foto-foto ini akan menggerakkan (hati) wanita," jelas Brisard.

"Mereka (ISIS) menggunakan nilai-nilai Barat untuk meyakinkan para wanita untuk bergabung dengan mereka (ISI)," tambahnya

Jadual dan Tahapan Pilkada 2015

Dalam menghadapi Pilkada Kabupaten Sukabumi, KPU telah menerbitkan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2015 tentang Jadual, Program, dan tahapan.

Sila diunggah filenya di bawah ini:


Kartini Lain Saukur Kabaya

Aya salah sahiji kamandang, buku Kartini anu dibéré judul : Habis Gelap Terbitlah Terang téh diadopsi tina salah sahiji ayat Quran anu kecapna kieu: Minadz-dzulumaati ilaa an-nuur , anu asalna poék mongkléng pindah kana cahaya anu mabra. Sakaol deui ngomongkeun lamun kecap Habis Gelap Terbitlah Terang téh gedé dipangaruhan ku pamikiran kaum téosofi jeung iluminati Éropah pasca abad ka 18 anu disebut éra pencerahan anu diistilahkeun Aukflarung.

Penting, dua kamandang jeung pamikiran ieu diudar kalawan jero sangkan kaluar hiji hal anu disebut obyéktif dina mandang hiji perkara. Lain saukur ngudar alesan jeung naon anu jadi cukang lantaran Kartini nulis jeung medalkeun hiji buku. Buku Habis Gelap Terbitlah Terang mangrupa kumpulan surat-surat Kartini jeung babaturanna anu aya di Walanda, salah sahijini J.H Abendanon. Féodalisme jeung keratonisme di nagara jajahan, Hindia Belanda, geus teu kudu dicaturkeun deui, malah ceuk Kartini ngunggelkeun dina salah sahiji suratna : Teu saeutik, kusa…

Soal UN Bocor, Tantangan Bagi DIY

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan kasus naskah ujian nasional yang bocor di dunia maya menjadi salah satu tantangan bagi Provinsi Yogyakarta. Sebab, daerah yang dikepalai oleh seorang Sultan itu adalah salah satu daerah yang menggunakan soal yang diunggah melalui Google Drive itu.

Kunker Pansus LKPJ DPRD Kota Sukabumi

Pansus Rekomenasi LKPJ 2014 DPRD Kota Sukabumi melakukan kunjungan kerja ke Biro Keuangan Provinsi Jawa Barat.

Kunjungan Kerja diselenggarakan pada hari Jum'at (17/4) dalam rangka audiensi terkait serapan dana APBD Provinsi Jawa Barat oleh Pemerintah Kota Sukabumi.

Pejabat berwenang di Biro Keuangan Provinsi Jawa Barat menyebutkan, kunjungan kerja DPRD terkait LKPJ dan serapan APBD sebaiknya melibatkan beberapa SKPD Pemerintah Kota Sukabumi.

Dalam kunjungan kerja ini, ada beberapa pokok serapan APBD Provinsi yang tidak terealisasikan oleh Pemerintah Kota Sukabumi. Misalkan sebesar Rp.76.000.000.000,- tidak terealisasikan di tahun 2014 lalu.

Yunus Suhandi dan Dadang Suparman dari Fraksi Golkar berasumsi, kesulitan dalam merealisasikan anggaran dipengaruhi oleh dua hal; tumpang tindihnya penganggaran oleh Pusat, Provinsi, dan Daerah dalam program dan kegiatan.

Juga tidak dijalinkan sinkronisasi program dan kegiatan tiap tingkatan.

Pada rapat paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap…

Karikatur

Karikatur Andre Taulany, karya Kang Jiwenk

Hukuman Mati

Beberapa WNI, sejak tahun 1980-an, telah dieksekusi hukuman mati dengan cara dipancung di Arab Saudi. Stigma yang muncul sejak saat itu, seolah tidak ada loby sama sekali dari pemerintah Indonesia kepada pemerintah Saudi Arabia untuk menghentikan eksekusi hukuman mati, dengan kata lain “ seolah kecil sekali ‘itikad baik dari pemerintah Negara ini untuk menyelamatkan warga negaranya.” Bahkan, senjata paling ampuh yang biasa digunakan oleh para pegiat hak asasi manusia pun terlihat tumpul, biasanya jika ada hukuman mati para pegiat se-antero dunia menyerukan: ini bertentangan dengan HAM.

Secara umum, jika digeneralisasi, sebenarnya tidak ada hukuman - dalam bentuk apa pun - sesuai dengan nilai kemanusiaan, baik dengan cara dipenjara, dikerangkeng dalam jeruji besi, apalagi sampai dipancung dan dibunuh. Semua terlihat berlawanan dengan hak dan nilai kemanusiaan. Yang harus dipikir ulang oleh para penegak hukum di dunia ini adalah memberikan hukuman kepada pelaku kejahahatan bukan denga…

Paripurna DPRD Kota Sukabumi

DPRD Kota Sukabumi kembali menggelar Rapat Paripurna ke-tiga, masa persidangan ketiga pada hari Senin (13/4) pukul 20.00 WIB.

Agenda paripurna ke-tiga ini yaitu Tanggapan Walikota Sukabumi terhadap Pandangan Umum Fraksi pada rapat paripurna ke-dua yang diselenggarakan Senin pagi.

H.M Muraz membacakan jawaban terhadap pandangan-pandangan dari fraksi: PDIP, Hanura, Gerindra, PPP, dan Golkar.

Walikota Sukabumi yang terpilih saat Pemilukada 2013 tersebut menyebutkan, sinergitas setiap lembaga dan instansi akan terus diupayakan pada tahun 2015 ini.

Jawaban Walikota Terhadap Hal-hal Krusial Pembangunan di Kota Sukabumi
Diakui oleh Walikota Sukabumi, tabel-tabel data yang tertuang dalam LKPJ Tahun 2014 merupakan data pada tahun 2013, hal ini disebabkan, pada tahun 2014 data dari BPS masih berupa estimasi.

Ada beberapa program dan kegiatan yang tidak bisa direalisasikan pada tahun 2014 disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: payung hukum yang menjadi landasan yuridis formal disahkan ol…

Analisa Terhadap Penjelasan Walikota dan Pandangan Umum DPRD Kota Sukabumi

Sumber Photo: Jekrem
Telah tiga kali berturut-turut, Saya mengikuti Rapat Paripurna Pandangan Umum DPRD Kota Sukabumi terhadap penjelasan Walikota Sukabumi. Dari ke-tiga Rapat Paripurna tersebut, hanya dua Paripurna yang Saya ikuti secara serius; Pertama, Penjelasan dan Pandangan Umum terhadap Rancangan APBD Kota Sukabumi Tahun 2015. Kedua, Penjelasan Walikota Sukabumi dan Pandangan Umum terhadap LKPJ Kota Sukabumi Tahun 2014.

Transparansi dan Pembahasaan Kepada Masyarakat
Analisa terhadap dua Paripurna tersebut harus dibahasakan kembali kepada masyarakat secara utuh. Sebab, indikator-indikator keberhasilan pembangunan di Kota Sukabumi sangat ditentukan oleh bukan hanya out-put dari program dan kegiatan, lebih dari itu harus memiliki out-come dan benefit bagi masyarakat Kota Sukabumi. Pada dasarnya, penjelasan Walikota dan Pandangan umum DPRD Kota Sukabumi secara umum telah menyentuh ranah substansi, meskipun pada hal-hal tertentu, masih banyak ungkapan datar keluar dari lembaga legisl…

Apakah Akhirat Itu Kekal?

Semua agama dan keyakinan telah mengajarkan kepada para penganutnya, ada kehidupan setelah kematian. Hal ini secara ide tentu tidak terbantah. Orang atheis dan para agnostik pun meyakini energi akan berpindah dari satu bentuk ke bentuk lain. Sejak peradaban kuno hingga sekarang telah melahirkan pandangan "kekalnya hari akhir, hari setelah kehidupan di dunia". Muncul sebuah pertanyaan, apakah akhirat tersebut memang kekal adanya?

Sudah dipastikan, kekekalan dan keabadian akhirat bersifat nisbi dan tidak mutlak. Sebab, keabadian akhirat disebabkan oleh kehendak dari Alloh. Saat manusia memiliki pandangan kekekalan akhirat tersebut berdiri ajeg, tanpa ada yang menghendaki, secara langsung, manusia tersebut telah memiliki keyakinan: ada dua kekekalan dalam kehidupan ini, Alloh dan Akhirat. Sudah dipastikan pandangan ini bertentangan dengan konsep keadi kodratian Tuhan, sebab bagaimana pun juga, yang Maha Kekal dalam kehidupan sekarang dan setelahnya hanya ada satu, dialah Alloh. …

Seminar Update Penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi

‎Bertempat di Hotel Maxone,  Jl Siliwangi Kota Sukabumi, pada hari Sabtu (11/4),  IDI Cabang Sukabumi menyelenggarakan seminar dengan peserta 85  dokter dari Kota dan Kabupaten  Sukabumi.
Salah seorang peserta seminar, dr Lulis Delawati dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyebutkan, seminar ini diisi oleh beberapa nara sumber  dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Jawa Barat : dr. Octo Indrajaya, SpPD-KEMD, dr. Nanny NM Soetedjo SpPD-KEMD, Dr. dr. Hikmat Permana, SpPD-KEMD, Dr dr Ria Bandiara, SpPD-KGH.
Seminar dengan Tema : Peranan Laboratorium,Terapi Terpadu Diabetes Melitus  Tipe II  dan Hipertensi ini bertujuan untuk mengenal lebih jauh penyakit Diabetes Melitus  dan hipertensi terkini.
Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan Indosat.

#Tren Sosial: Jalan Rusak Diurug Tanah, Kerikil, Batu, Hingga Lumpur

<
Sebenarnya bukan kebiasaan baru, sebab kebiasaan harus didasari oleh norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Ini hanya merupakan sikap kurang baik saja, masyarakat di Sukabumi menambal jalan berlobang dengan urugan tanah, batu, sampah, rumput, bahkan lumpur dari selokan.
Sikap seperti ini lahir tidak ajeg, namun dilatar belakangi oleh beberapa faktor. Pertama, satu dekade lalu, muncul sikap baru, para pemuda memanfaatkan jalan rusak sebagai peluang untuk menghasilkan uang. Jalan rusak diurug dengan dengan kerikil atau apa pun, supaya terlihat ada pekerjaan memperbaiki jalan. Pemuda lain menenteng kaleng kue atau ember, kemudian memungut uang kepada pengguna jalan.
Lambat laun, sikap ini diikuti oleh pemuda dari berbagai kampung. Jalan rusak diurug dengan apa saja yang penting seolah terlihat ada pekerjaan, ladang pencarian uang yang mereka pungut kepada penggunan jalan. Disadari atau tidak, sikap ini telah mengendap dalam masyarakat Sukabumi selama satu dekade. Tidak heran, seka…

Luas Semesta

Malam tadi Saya berpikir keras, mencoba mengkoneksikan alam pikiran dengan alam semesta. Tidak berujung, kerapatan massa di alam ini begitu menakjubkan sampai tidak terukur. Para penganut positivisme memiliki alasan, hal-hal yang harus dipikirkan haruslah hal-hal positif, terukur, dan bisa dihitung. Hanya saja, telaah baru terhadap konsep theo-fisika semakin menegaskan betapa rapat dan pepatnya materi di alam semesta ini.

Memikirkan hal seperti ini merupakan babak baru bagi kehidupan manusia dalam menguak tabir ke-Maha Kuasaan Alloh. Konsep dalam setiap agama dan keyakinan memiliki pandangan sama, Tuhan tidak berawal, tidak memiliki titik nol, sejak kapan Tuhan ada? Berapa tahun lalu Tuhan lahir? Sama sekali tidak terjangkau oleh akal pikiran, sebab Tuhan tidak menempati ruang dan waktu, bukan materi.

Artinya, dengan menafakuri keagungan-Nya ini bisa ditarik sebuah simpulan besar; kehidupan kita sebagai manusia di alam semesta ini hanya secuil dari kehidupan triliunan, ratusan triliun…

Réinkarnasi

Loba jalma anu henteu percaya kana. "Réinkarnasi." Aya anu nyebut konsép kuno. Aya anu nyebut teu logis, sabab jumlah jelema faktana beuki nambahan. Sagala rupa ti mimiti dalil naqli jeung aqli dipaké keur nolak ieu faham. Padahal di dunya sorangan henteu saeutik hal-hal nu teu kaharti ku pikir. Contona: aya jalma, isuk-isuk indit ka pagawéan, balik deui ka imah pasosoré, terus dahar, nginum, saré, hantem wé unggal poé kitu... mun dipikiran mah teu kaharti ku akal.

Aya anu katipu ku data statistik jumlah jalma, nepi ka nolak réinkarnasi. Majar, lamun réinkarnasi aya, atuh jumlah jalma kudu konstan, sakitu-sakitu kénéh. Pikiran kitu téh kusabab maranéhna nganggap saolah hirup téh jaman ayeuna wungkul. Disangkana umur dunya téh 100 taun.

Atuh lamun kitu mah, nalika jalma percaya kana réinkarnasi sarua jeung nolak kana ayana sawarga jeung naraka? Sabenerna lain kitu, tapi ayana sawarga jeung naraka téh sabenerna ayeuna, nalika urang keur hirup. Melak cabé jadi cabé, melak b…

Rapat Paripurna DPRD: Penjelasan Walikota Terhadap LKPJ 2014

DPRD Kota Sukabumi menyelenggarakan Rapat Paripurna, dengan acara Penjelasan Walikota Sukabumi terhadap LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun Anggaran 2014. Rapat Paripurna yang berlangsung hari Senin, 6 April 2015, bertempat di Ruangan Rapat Paripurna DPRD ini, dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si.

Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, Kepala Setukpa Lemdikpol Kota Sukabumi, unsur Pimpinan Daerah Kota Sukabumi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Asisten Daerah dan Staf Ahli Walikota, para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Instansi Vertikal, para Pejabat TNI dan Polri, para Camat dan Lurah, para Alim Ulama, para Sesepuh dan Tokoh Masyarakat, para Pimpinan Organisasi Sosial, Politik, Kemasyarakatan, Wanita dan Pemuda, serta Mahasiswa, Insan Pers dan undangan lainnya.

Ketua DPRD Kota Sukabumi menjelaskan, dalam memenuhi kewajibannya, pihak Pemerintah Kota…

Jumat Agung, Paus Kecam Sikap Diam Atas Perburuan Umat Kristen

Dalam misa Jumat Agung di Roma, Paus Fransiskus mengutuk "keterlibatan dalam diam" tentang pembunuhan orang-orang Kristen di berbagai tempat beberapa waktu belakangan ini.

Puluhan ribu peziarah bergabung dengannya dalam upacara Jalan Penyaliban, untuk memperingati penyaliban Yesus.

Di antara yang memanggul salib, antara lain pengungsi Suriah dan Irak, serta warga Nigeria yang lolos dari kekejaman Boko Haram.

Misa berlangsung dalam bayangan pembantaian terhadap hampir 150 orang dalam serangan al-Shabab di universitas Kenya.

"Hari ini kami masih menyaksikan saudara-saudara kami yang diburu, dianiaya, dipenggal dan disalib karena iman mereka di dalam Engkau (Yesus), di depan mata kami dan sering dengan keterlibatan kami dalam diam," kata Paus Fransiskus, saat memimpin upacara di Colosseum.

Ia sebelumnya mengutuk serangan di Kenya, yang dalam peristiwa itu orang-orang Kristen dipilih sengaja untuk ditembak.

Paus menyebutnya tindakan "kebrutalan tak masuk akal.&quo…

DK PBB Akan Menggelar Rapat Penghentian Pertempuran di Yaman

Dewan Keamanan PBB akan menggelar rapat untuk membahas penghentian sementara pertempuran di Yaman. Opsi ini diajukan Rusia demi alasan kemanusiaan.

Diplomat Rusia menyerukan kepada 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar rapat.

Korban sipil semakin meningkat sejak gempuran tentara Arab Saudi ke Yaman. PBB melaporkan; sekitar 519 orang dinyatakan tewan dan 1.700 orang mengalami luka.

Otoritas PBB menghawatirkan korban sipil akan terus bertambah. Korban anak-anak menjadi perhatian serius dari Perserikatan Bangsa Bangsa ini.

Diberitakan oleh berbagai media, pertempuran yang terjadi di Yaman semakin meluas sejak Arab Saudi meluncurkan serangan udara pada 26 Maret 2015.

262 orang WNI telah dievakuasi dari Kota Al-Hudaydah melalui jalur darat menuju Arab Saudi.

Omzet Berkurang Sejak Satu Bulan Terakhir

Harga BBM melonjak memiliki pengaruh besar kepada kegiatan pelaku UKM.

Hamdan, seorang pedagang bubur ayam dan kacang ijo mengeluhkan hal ini. Omzet dari penjualan dirasakan oleh dia berkurang sejak satu bulan terakhir.

Omzet berkurang disebabkan oleh biaya produksi semakin mahal, akibatnya pembelian barang pun berkurang.

Hamdan menyatakan, dari penjualan rata-rata empat hingga lima kilogram kacang ijo beberapa bulan lalu, sudah sebulan ini hanya bisa memproduksi dua sampai tiga kilogram kacang ijo saja.

Dalam penjualan bubur ayam juga dikatakan olehnya mengalami penurunan produksi.

" Bagi para pelaku UKM, sangat mustahil menaikkan harga bubur ayam dan kacang ijo kepada konsumen," pungkas Hamdan kepada Sukabumi Discovery.

Program Nusantara Sehat

Pada tanggl 3 Februari 2015, Kemenkes meluncurkan Program Nusantara Sehat (NS). Program ini diluncurkan sebagai salah satu prioritas kunci Kemenkes selama 5 tahun kedepan. Program NS adalah program penguatan pelayanan kesehatan primer yang fokus pada upaya promotif, preventif, dengan berbasis pada tim.

Intervensi berbasis tim pada fasilitas layanan kesehatan ini merupakan suatu terobosan, karena tim-tim ditempatkan langsung diwilayah-wilayah terpencil dimana suatu sistem kegiatan bisnis akan dikembangkan di Puskesmas terpencil tersebut, jelas Menkes Nila F. Moeloek pada acara Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Bina Upaya Kesehatan Dasar (BUKD), di Jakarta (25/3).

Tujuan utama program NS adalah mewujudkan layanan kesehatan primer yang dapat dijangkau oleh setiap anggota masyarakat, terutama oleh mereka yang berada di wilayah-wilayah terpencil di berbagai pelosok Nusantara.

Tim NS adalah para tenaga profesional kesehatan dengan latar belakang medis seperti dokter, perawat, bidan, tenag…

Laporan Kasus Flu Burung

Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mengumumkan dua kasus baru Flu Burung yang telah dikonfirmasi oleh Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kasus pertama seorang pegawai berinisial TS (L, 40 tahun), warga Kota Tangerang, provinsi Banten. Pada 15 Maret 2015, kasus mulai mengeluh tidak enak badan, namun tetap bekerja. Tanggal 17 Maret 2015, timbul gejala demam, batuk berdahak dan berobat jalan ke rumah sakit swasta. Tanggal 21 Maret 2015 TS berobat ke IGD Rumah Sakit swasta lainnya, hasil foto toraks menunjukkan Pleuropneumonia dextra. Karena tetap demam dan batuk disertai lemas dan mual, pada malam harinya kasus berobat kembali ke rumah sakit dan dirawat dengan diagnosis kerja Efusi pleura dextra et causa pneumonia. Pada tanggal 23 Maret 2015, kasus mengalami perburukan dan dirawat di ICU dengan diagnosis Efusi pleura dextra, pneumonia dan gangguan fungsi hati. Esok h…

Kang Warsa - 2014