Langsung ke konten utama

Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi melalui bagian Promkes menyelenggarakan sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) siang tadi, Rabu (22/1).

Dalam kegiatan tersebut, Promkes bersama Duta Anti Rokok Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati melibatkan para pelajar sebagai 'detektif rokok' dari Liposis (Lingkaran Pengurus OSIS Sukabumi).

Sosialisasi dilakukan dengan mendatangi ruang-ruang publik seperti pusat perbelanjaan, Yogya Dept Store dan angkutan umum.

Promkes Dinkes Kota Sukabumi bersama para 'detektif rokok' melakukan pemasangan poster dan pamplet berisi sosialisasi KTR dan imbauan terhadap bahaya merokok di ruang-ruang publik.

Teknis sosialisasi yang dilakukan dengan mendatangi angkutan-angkutan umum adalah memberikan imbauan dan pesan agar masyarakat - baik perokok aktif mau pun pasif - mengetahui kawasan-kawasan tanpa rokok

Saat dihubungi via Blackberry Messenger oleh Sukabumi Discovery, Lulis Delawati mengatakan, " Kegiatan siang tadi hanya sosialisasi saja, agar masyarakat memahami kawasan-kawasan tanpa rokok yang telah di-Perda-kan."

Lulis merasa optimis, masyarakat akan bahu membahu dalam menyukseskan tercapainya tujuan diterbitkannya Peraturan Daerah ini.

Beberapa minggu lalu, saat diwawancarai oleh Sukabumi Discovery, dokter dari Dinas Kesehatan tersebut menyebutkan, penerbitan Perda KTR tidak dimaksudkan untuk melarang merokok kepada siapa pun. Perda ini lebih cenderung ke arah preventif.

Kecuali telah menerbitkan Perda Nomor 3 Tahun 2014, Pemerintah Kota Sukabumi pun sedang menggodok dua Rancangan Peraturan Daerah yang akan bersinergi dengan Perda KTR; Raperda Ruang Terbuka Hijau dan Sistem Kesehatan Daerah.

Sedianya, pemandangan umum terhadap penyampaian dua Raperda oleh Walikota Sukabumi akan diselenggarakan tanggal 30 Januari mendatang dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi. (*)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syarat Izin Operasional Padepokan

PEMERINTAH KOTA SUKABUMI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Jl. Pelabuan II Km.5 Telp (0266) 221766 Sukabumi

PERSYARATAN IZIN OPERASIONAL SANGGAR/LINGKUNG SENI/ PADEPOKAN SENI
A.PERSYARATAN
1.Membuat Surat Permohonan Izin Operasional SK/Sanggar/Lingkung Seni/Padepokan 2.Melengkapi Administrasi a.Photo Copy KTP pemilik/pimpinan organisasi. b.Pas Photo 3x4 (2 lembar). c.Membuat Surat Permohonan Izin Sanggar/Lingkung Seni/Padepokan. 3.Kelengkapan Database a.Sanggar : -Harus ada murisd yang terdata. -Profil/ Daftar Struktur Organisasi sanggar. -Sudah berjalan satu tahun dengan melampirkan Buku Induk Peserta kursus sanggar. b.Lingkung Seni : -Profil/ Daftar Struktur Organisasi Lingkung Seni. -Sudah berjalan satu tahun dengan melampirkan  bukti kegiatan Lingkung Seni. c.Padepokan :

Review Buku: Islam Pascakolonial

Resume Buku: Kyai dan Perubahan Sosial

Buku karya Hiroko Horikoshi berjudul Kyai dan Perubahan Sosial membahas tentang kyai dan ulama di Perdesaan Jawa Barat, Indonesia. Kyai dan ulama adalah gelar ahli agama Islam. Lokus penelitian dilakukan oleh Horikoshi di Kampung Cipari, Garut. Hal penting yang diinginkan dalam penelitiannya tersebut adalah menjawab sebuah persoalan penting yang sering diperdebatkan selama beberapa tahun tentang peran kyai dalam perubahan sosial. Geertz pernah menyoal antara kyai, santri, dan abangan, namun dalam karya Geertz tersebut masih ada kontradiksi pernyataan, tidak tegas, sering muncul pertentangan satu sama lain. Satu sisi Geertz menyebutkan kyai sebagai pemantik ‘kebebasan berusaha’, namun pada sisi lain ia menyebutkan kyai sebagai pemantik bagi masyarakat dalam pengejaran kehidupan di akhirat nanti, hanya bergumul pada persoalan pahala dan dosa saja.[1]




[1] Zamakhsarie Dhofier. 1982. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES. Hal 5.

Kang Warsa - 2014