Langsung ke konten utama

SDN Suryakencana Sebagai Sekolah Percontohan

Sejak tahun 2003 hingga kini di kota Sukabumi telah berdiri 7 Sekolah Dasar Negeri Cipta Bina Mandiri ( CBM ) di 7 wilayah Kecamatan, dari 7 SDN CBM, 6 diantaranya yang telah mengikuti sekaligus menyandang gelar juara dalam Lomba LSS ditingkat nasional, diantaranya SDN Dewi Sartika CBM, SDN Pakujajar CBM, SDN Baros Kencana CBM, SDN Cipanengah CBM, SDN Dayeuh Luhur CBM, SDN Gunung puyuh CBM dan yang masih dalam proses penilaian sekarang ini SDN Suryakencana CBM. Karena ditingkat wilayah I Bogor telah keluar sebagai juara pertama.

Pembangunan 7 Sekolah Dasar Negeri unggulan tersebut, merupakan komitment Pemerintah Daerah Kota Sukabumi dalam mewujudkan mutu kualitas pendidikan sesuai dengan Visi Kota yakni terwujudnya Kota Sukabumi, sebagai pusat pelayanan berkualitas bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di jawa barat berlandaskan iman dan taqwa. Serta Visi Walikota dan Wakil Walikota Dengan Iman dan taqwa, mewujudkan Pemerintahan yang amanah berparadigwa surgawi menuju Kota Sukabumi, Sehat, Cerdas dan Sejahteran berlandaskan filososis, Sidik, amanah, Fathonah dan Tablig.

Geliat pembangunan di Kota Sukabumi, seiring dengan aspirasi yang berkembang di masyarakat, secara implementatif dan berjenjang semua komponen masyarakat diajak bicara melalui Musyawarah pembangunan kelurahan beranjak ke tingkat Kecamatan dan bermuara di tingkat Musyawarah rencana pembangunan Kota yang diterbitkan dalam bentuk Rencana pembangunan tahunan daerah (Rapetada).

Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH MSi, menegaskan, Sebenarnya bagi Pemerintah dan masyarakat Kota Sukabumi, juara bukan tujuan utama dalam setiap mengikuti kegiatan lomba , namun apabila dari hasil kerja keras, kerja cerdas, kerja ichlas dan kerja tuntas yang selama ini dilakukan, baik dari sisi infra struktur maupun supra struktur, selalu memperoleh predikat juara, itu suatu hal yang wajar, upaya mendorong secara kompetitif Pemerintah daerah Kota dan Kabupaten dalam meningkatkan kwalitas hasil-hasil pembangunan , bagi kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ditegaskannya, SDN Suryakencana dibangun cukup refresentatif, beralamat di Jl. Cipelang Leutik No.2-3 Kecamatan Cikole Kota Sukabumi ,merupakan hasil merger dari 4 sekolah dasar di Kota Sukabumi. antara lain SDN. Ir. H. Juanda, SDN. Selabatu, SDN. Cipelang Leutik I dan SDN. Cipelang Leutik II pada tahun 2006 berubah statusnya menjadi Cipta Bina Mandiri (CBM).

“SEBAGAI SEKOLAH PERCONTOHAN NASIONAL, SDN Suryakencana CBM dilengkapi Sarana prasarana sekolah meliputi, Ruang Kepala sekolah, ruang Tata usaha, 24 ruang kelas dengan 4 rombongan belajar , Ruang UKS, Lab. Bahasa, Lab. Computer, ruang perpustakaan, Koperasi, Kantin sekolah, Lapangan upacara Pos Satpam, Lahan parkir, Mesjid, Tempat mengambil air wudhu, WC guru, WC murid, Tanaman obat keluarga (Toga), Warung hidup dan penanaman eneka pohon hias serta pohon perindang yang cukup memberikan arti terhadap ketertiban, kenyamanan dan ketentraman warga sekolah dalam proses belajar mengajar”.

Kepala Sekolah SDN Suryakencana CBM Asep R. Wiria,SPD mengatakan, Visi SDN Suyakencana CBM adalah Membentuk para siswa Cemerlang dalam akademik dan Budaya

Dengan Dilandasi Iman Dan Taqwa, Dengan Misi Membentuk Peserta Didik Yang Berwawasan Ilmu Pengetahuan Luas, Kreatif, Kritis, Disiplin, Tanggung Jawab Dalam Iklim Sekolah Yang Sehat, Kondusif Dan Positif. Mengembangkan Sekolah Yang Bersistem Dan Berkualitas. Meningkatkan Keimanan Dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yme. Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Dalam Kehidupan Pribadi Dan Masyarakat Dengan Tujuan Melahirkan Peserta Didik Yang Cerdas,Kreatif Dan Inovatif, - Meluluskan Siswa Yang Mampu Bersaing, Bertanggungjawab Di Jenjang Pendidikan, Meningkatkan Disiplin Siswa Di Setiap Kegiatan, Meningkatkan Sekolah Yang Berkualitas Sebagai Sekolah Model. -Mengembangkan Model Sekolah Sehat. Meningkatkan Keimanan Dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. -Membentuk Karaktek Siswa Yang Islami Melalui Kegiatan Pembiasaan. -Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Secara Individu Dan Kelompok. - Meningkatkan Keterampilan Berkesenian Melalui Ekstrakurikuler.

“Mata Pelajaran Unggulan Yaitu Kesenian Dan Budaya Indonesia. Sehingga Para Lulusan Dari SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi, Selain Mendapat Bekal Ilmu Pengatahuan Umum Dan IT, Mereka Juga Memiliki Pengetahuan Khusus Tentang Kesenian Dan Budaya Indonesia”.

Dikatakannya, Kelancaran proses belajar mengajar di SDN Suryakencana CBM didukung oleh 39 tenaga pengajar, 5 guru honorer, 1 orang Satpam, 2 orang TU, 3 penjaga sekolah dan 879 peserta didik. .

“Dalam Menterjemahkan UKS Di SDN Suryakencana CBM Dibentuk Program Dokter Kecil (Dokcil) Dan Sebagai Anggota Adalah Siswa Kelas Empat, Lima Dan Enam Berprestasi, Berbadan Sehat, Berwatak Pemimpin, Bertanggung Jawab Berpenampilan Bersih, Berperilaku Sehat Serta Berbudi Pekerti Baik Dan Suka Menolong”.

“Tujuan Terbentuknya Dokcil Di SDN Suryakencana CBM Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Program UKS Dan Secara Khusus Agar Siswa Dapat Menjadi Penggerak Hidup Sehat Dilingkungan Sekolah Dilingkungan Tempat Tinggal, Mampu Menolong Dirinya Sendiri, Sesama Siswa Dan Orang Lain Untuk Berperilaku Sehat”.

Upaya Memacu Tingkat Kepedulian Peserta Didik Dalam Menata Kondisi Lingkungan Bersih Dan Asri, Digelar Melalui Lomba Kebersihan Kelas Pada Setiap Hari-Hari Besar Nasional Dengan Tim Penilai Unsur Cabang Dinas P&K, Puskesmas, Dewan Sekolah Aparat Kecamatan Serta Dinas Instansi Lainnya Secara Koordinatif Memberikan Dukungan Penuh Terhadap Kelancaran Tugas Kegiatan Lomba, Sementara Materi Penilaian Meliputi Pertisipasi Siswa, Sarana Prasarana Kelas, Jadwal Piket Termasuk Kerapihan Penataan Visualisasi Yang Memiliki Suatu Nilai Estetika.

Pemeriksaan kebersihan kuku, gigi sdan cara berpakaian rapi dilakukan secara kontinyu menjelang kegiatan belajar mengajar, hal ini diumaksudkan agar semua siswa terbiasa sekaligus menyadari akan pentingnya kesehatan.

Dalam bidang pelayanan kesehatan dilaksanakan pula program pemeriksaan gigi secara kontinyu oleh dokter puskesmas atau oleh dokter terlatih diantaranya imunisasi, pemberian obat cacing dan pemeriksan kesehatan secara umum dengan demikian gejala penyakit yang menimpa para siswa akan terjaring sedini mungkin.

Gerakan teman asuh merupakan gerakan panggilan hati nurai, guna menumbuh kembangkan kepedualian sosial anak yang berkemampuan dengan menyisihkan uang jajan mereka, dana tersebut dimanfaatkan untuyik membantu meringankan biaya pendidikan temannya yang kurang mampu. Berkat upaya teman asuh ini dapat memberikan kontribusi yang cukup menggembirakan, yakni mampu menyuguhkan suatu nilai manfaat menggelorakan semangat perseta didik dalam mengayunkan langkah kebersamaan, berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

Ketertiban, kebersihan, keindanhan dan kenyamanan lingkungan sekolah ditata sedemikian rupa secara koordinatif melalui peran organisasi perangkat daerah sehingga melahirkan suatu nilai estetika yang dapat menunjang terhadap kenyamanan terutama dalam kegiatan proses belajar mengajar, karena semua lahan lingkungan sekolah kerap ditanami berbagai jenis tanaman. Seperti tanaman perindang, tanaman, hias, dan tanaman obat keluarga (toga).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syarat Izin Operasional Padepokan

PEMERINTAH KOTA SUKABUMI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Jl. Pelabuan II Km.5 Telp (0266) 221766 Sukabumi

PERSYARATAN IZIN OPERASIONAL SANGGAR/LINGKUNG SENI/ PADEPOKAN SENI
A.PERSYARATAN
1.Membuat Surat Permohonan Izin Operasional SK/Sanggar/Lingkung Seni/Padepokan 2.Melengkapi Administrasi a.Photo Copy KTP pemilik/pimpinan organisasi. b.Pas Photo 3x4 (2 lembar). c.Membuat Surat Permohonan Izin Sanggar/Lingkung Seni/Padepokan. 3.Kelengkapan Database a.Sanggar : -Harus ada murisd yang terdata. -Profil/ Daftar Struktur Organisasi sanggar. -Sudah berjalan satu tahun dengan melampirkan Buku Induk Peserta kursus sanggar. b.Lingkung Seni : -Profil/ Daftar Struktur Organisasi Lingkung Seni. -Sudah berjalan satu tahun dengan melampirkan  bukti kegiatan Lingkung Seni. c.Padepokan :

Review Buku: Islam Pascakolonial

Resume Buku: Kyai dan Perubahan Sosial

Buku karya Hiroko Horikoshi berjudul Kyai dan Perubahan Sosial membahas tentang kyai dan ulama di Perdesaan Jawa Barat, Indonesia. Kyai dan ulama adalah gelar ahli agama Islam. Lokus penelitian dilakukan oleh Horikoshi di Kampung Cipari, Garut. Hal penting yang diinginkan dalam penelitiannya tersebut adalah menjawab sebuah persoalan penting yang sering diperdebatkan selama beberapa tahun tentang peran kyai dalam perubahan sosial. Geertz pernah menyoal antara kyai, santri, dan abangan, namun dalam karya Geertz tersebut masih ada kontradiksi pernyataan, tidak tegas, sering muncul pertentangan satu sama lain. Satu sisi Geertz menyebutkan kyai sebagai pemantik ‘kebebasan berusaha’, namun pada sisi lain ia menyebutkan kyai sebagai pemantik bagi masyarakat dalam pengejaran kehidupan di akhirat nanti, hanya bergumul pada persoalan pahala dan dosa saja.[1]




[1] Zamakhsarie Dhofier. 1982. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES. Hal 5.

Kang Warsa - 2014