Langsung ke konten utama

Menkes: Dari Segi Nutrisi, Peluang Untuk Memajukan Papua Sangat Besar

Papua, merupakan simbol kekokohan yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa, baik dengan keindahan dan segala tantangan yang ada di dalamnya. Salah satu kekayaan tersebut adalah Papua kaya akan sumber gizi bagi masyarakat. Apabila kita mengamati pola konsumsi di Papua, seperti budaya mengonsumsi ikan laut, ulat sagu, dan kacang-kacangan yang sangat kaya protein, sumber karbohidrat berupa sagu, jagung atau umbi-umbian, juga beberapa sayuran seperti labu dan dedaunan, sebenarnya peluang memajukan masyarakat Papua itu sangat besar.

Demikian pernyataan Menteri Kesehatan RI, dr. Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), saat bertemu dan berdialog dengan 140 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cendrawasih Papua yang sedang melaksanakan kegiatan magang di DKI Jakarta.

Peranan mahasiswa kesehatan masyarakat penting untuk mengubah pola pikir masyarakat Papua, untuk hidup yang lebih sehat. Karena kesehatan adalah hulu dari segala sesuatu, tutur Menkes.

Pada kesempatan tersebut, Menkes mengharapkan mahasiswa dapat memberikan perhatian lebih pada upaya untuk mengangkat derajat kaum perempuan di Papua, agar sederajat dengan kaum pria, utamanya dari segi kesehatan.

Perempuan mampu mengubah perilaku keluarganya, lebih jauh lagi mengubah perilaku masyarakat, kata Menkes.

Untuk itu, Menkes menaruh harapan yang besar kepada para mahasiswa untuk dapat lebih memotivasi diri, sehingga saat kembali ke daerahnya dapat memberikan perubahan yang nyata.

You are all future leaders... Persiapkan diri kalian, mulai sekarang hingga 20 atau 30 tahun ke depan, kalian yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa di tanah air ini, ujar Menkes.

Sumber: Kementerian Kesehatan

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syarat Izin Operasional Padepokan

PEMERINTAH KOTA SUKABUMI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Jl. Pelabuan II Km.5 Telp (0266) 221766 Sukabumi

PERSYARATAN IZIN OPERASIONAL SANGGAR/LINGKUNG SENI/ PADEPOKAN SENI
A.PERSYARATAN
1.Membuat Surat Permohonan Izin Operasional SK/Sanggar/Lingkung Seni/Padepokan 2.Melengkapi Administrasi a.Photo Copy KTP pemilik/pimpinan organisasi. b.Pas Photo 3x4 (2 lembar). c.Membuat Surat Permohonan Izin Sanggar/Lingkung Seni/Padepokan. 3.Kelengkapan Database a.Sanggar : -Harus ada murisd yang terdata. -Profil/ Daftar Struktur Organisasi sanggar. -Sudah berjalan satu tahun dengan melampirkan Buku Induk Peserta kursus sanggar. b.Lingkung Seni : -Profil/ Daftar Struktur Organisasi Lingkung Seni. -Sudah berjalan satu tahun dengan melampirkan  bukti kegiatan Lingkung Seni. c.Padepokan :

Review Buku: Islam Pascakolonial

Resume Buku: Kyai dan Perubahan Sosial

Buku karya Hiroko Horikoshi berjudul Kyai dan Perubahan Sosial membahas tentang kyai dan ulama di Perdesaan Jawa Barat, Indonesia. Kyai dan ulama adalah gelar ahli agama Islam. Lokus penelitian dilakukan oleh Horikoshi di Kampung Cipari, Garut. Hal penting yang diinginkan dalam penelitiannya tersebut adalah menjawab sebuah persoalan penting yang sering diperdebatkan selama beberapa tahun tentang peran kyai dalam perubahan sosial. Geertz pernah menyoal antara kyai, santri, dan abangan, namun dalam karya Geertz tersebut masih ada kontradiksi pernyataan, tidak tegas, sering muncul pertentangan satu sama lain. Satu sisi Geertz menyebutkan kyai sebagai pemantik ‘kebebasan berusaha’, namun pada sisi lain ia menyebutkan kyai sebagai pemantik bagi masyarakat dalam pengejaran kehidupan di akhirat nanti, hanya bergumul pada persoalan pahala dan dosa saja.[1]




[1] Zamakhsarie Dhofier. 1982. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES. Hal 5.

Kang Warsa - 2014