Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Dalam Hal Berpolitik ....

Dalam hal berpolitik, orang-orang politik di negara ini selalu pandai menghubung-hubungkan segala persoalan dengan politik. Maka, nilai kebaikan dan sikap-sikap terpuji pun sering diukur dengan nilai-nilai politis.

Misalkan, berbuat baik itu didasari oleh niat dalam hati, realisasi kebaikan sendiri bisa terlihat, tiba-tiba ada yang melihat, bahkan ada yang tidak melihat sama sekali (tersembunyi). Namun karena ranah dan wacana perpolitikan di negara ini begitu kuat mengatur ke dalam (internal), maka sikap warga Negara yang menghasilkan kebaikan pun tidak luput dari penilaian politis.

Ada orang berbuat baik, apalagi jika dilakukan oleh orang-orang yang sudah memiliki kedudukan strategis, akan dinilai; wah itu sekadar pencitraan, sikapnya bernuansa politis. Nah, masyarakat sebetulnya hanya sebagai follower, mengikuti saja wacana yang sedang hangat mewabah di negara ini. Karena kebaikan dituding sebagai pencitraan yang bermuatan politis, maka masyarakat pun pada akhirnya ikut menuding, …

Buku Shakespeare Ditemukan di Prancis

Porto-folio langka dan sangat berharga milik Sastrawan Shakespeare ditemukan di sebuah kota kecil di Prancis

Buku ini disebut sebagai buku paling penting dalam sastra Inggris berada di sebuah perpustakaan Saint Omer, dekat Calais, Prancis utara.

Barang ini ditemukan pustakawan yang sedang merencanakan pameran mengenai kaitan sejarah kawasan tersebut dengan Inggris.

"Sejumlah halaman hilang, termasuk halaman judul," kata pustakawan Remy Cordonnier kepada media.

Hilangnya halaman pertama dan bagian pendahuluan kemungkinan menjadi penyebab mengapa buku ini dikelompokkan sebagai edisi tua yang tidak berarti, tambahnya.

Folio mengumpulkan 38 drama Shakepeare yang dikenal umum untuk pertama kalinya, dan pada mulanya diterbitkan pada tahun 1632, tujuh tahun setelah meninggalnya sastrawan ini.

Karya ini diedit teman-teman dan sesama aktor John Heminges dan Henry Condell.

Folio dipandang penyebab mengapa warisan sastranya tetap hidup.

Shakespeare First Folio adalah satu-satunya sumbe…

Evaluasi Kurikulum 2013

Evaluasi terhadap kurikulum 2013 (Kurtilas) – disebutkan oleh pajabat Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melibatkan para guru, dosen, dan para pakar di bidang pendidikan.

Peninjauan dan evalusi terhadap kurikulum 2013 dilakukan oleh Kemendikbud setelah adanya moratorium kurtilas karena banyaknya desakan dari berbagai pihak yang menyebutkan, kurtilas cenderung dipaksakan penerapannya.

Kurikulum 2013 telah diujicobakan di beberapa sekolah sebagai sekolah percobaan. Pada tahun 2014, kurtilas diterapkan di SD, SMP, dan SMA.

Berbagai kritik muncul atas penerapan kurtilas ini karena terlalu dipaksakan. Banyak sekolah dan pihak-pihak yang bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan mengeluhkan beratnya materi kurtilas jika diajarkan kepada siswa yang belum siap menerima kurikulum tersebut.

Disebutkan oleh banyak pakar pendidikan, pemerintah terlalu cepat menerapkan kurikulum 2013. Padahal, system pendidikan ini harus benar-benar dimengerti dan mau dilak…

Jalan Jeung Susukan Anu Ngaheureutan

Mang Iday - salah saurang babaturan- ngomong ka kuring, “Kapungkur mah, susukan anu pas totogan imah Kang Ina (alm) asa beresih jeung teu tiasa diléngkahan-léngkahan acan, Kang. Naha ari ayeuna kajaba kotor téh ongkoh déét sareng tiasa diléngkahan ku murangkalih satepak.”

Ceuk kuring, “ Urangna meureun anu ngagedéan, pan baréto mah, enya dua puluh lima taun ka tukang, urang ogé masih budak nongtot lého kénéh.” Ucapan kuring sabenerna saukur ngabeberah diri sorangan jeung nyenangkeun Mang Iday.

Naon anu diucapkeun ku Mang Iday tadi éstu bener. Susukan ngaheureutan, jalan anu karasa kumaha mudun ti tonggoh ka Beulah landeuh téh ayeuna mah karasa rata. Kaayaan susukan – mangsa kuring budak – lega, beresih, jero, loba lauk beunteur, cingir putri, bogo, jeung lélé. Sakali mangsa mah sok katénjo sepat héjo.

Karasa heureutna susukan jeung jalan lain kusabab umur anu nambahan. Tapi mangrupa hiji kajadian fénomena alam anu dibalukarkeun ku jalma-jalma kénéh. Susukan ngaheureutan kusabab dita…

Aksi Drummer Kota Sukabumi

Inilah salah satu aksi drummer Kota Sukabumi



Klik

Golkar dan Munas

Kemarin, rapat pleno DPP Partai Golongan Karya berjalan ricuh. Hal ini menyebabkan Yorrys Raweyai, Ketua AMPG – salah satu organisasi sayap Golkar – dipecat seketika.

Kenapa Golkar ricuh,? Padahal jika melihat track record partai berlambang pohon beringin ini sudah bisa disimpulkan sebagai partai yang telah matang baik dalam segi usia maupun program-programnya.

Apa hanya karena persoalan penentuan lokasi Munas saja yang menjadi penyebab kericuhan; bukan sekadar perang mulut dan teriakkan, hingga pada saling lempar dan tindakan fisik lainnya. Dalam pandangan siapa pun tidak mungkin hanya karena persoalan penentuan lokasi kemudian rapat pleno harus diwarnai dengan kerusuhan- fisik.

Ada persoalan prinsipil yang menjadi alasan kenapa terjadi kekisruhan di tubuh Golkar.

Partai Golongan Karya tampil sebagai partai nomor ke-dua dalam perolehan suara Pemilu 2014, menjadi lokomotif suksesnya membangun KMP. KMP sendiri lahir dari gabungan partai Politik yang mengusung Prabowo-Hatta pada pi…

Yorris Raweyai Dipecat

Dianggap melakukan keributan saat Rapat Pleno pembahasan Munas Partai Golkar, Yorris langsung dipecat dari jabatannya.
Sebelum pemecatan, Yorris merupakan Ketua AMPG salah satu organisasi sayap partai Golkar.
Empat bulan sebelumnya, Yorris sempat mempertanyakan persoalan pemecatan tiga kader partai karena menyeberang ke kubu Jokowi-JK.
Menurut Yorris, organisasi hanya dibolehkan memecat kader dari kepengurusannya, bukan memecat sebagai kader.
Rapat pleno DPP Partai Golkar membahas waktu dan pelaksanaan Munas Ke-9 Partai Golkar yang akan diselenggarakan dari tanggal 30 Nopember-4 Desember 2014 di Nusa Dua, Bali.
Salah seorang pejabat di DPP Golkar memberikan penegasan, adanya kisruh di tubuh partai disebabkan oleh intervensi pihak luar.
Bambang Soesatyo misalkan menyampaikan pesan, agar pemerintahan Jokowi tidak merecoki persoalan intern partai Golkar.
Pesan Bamsoet tersebut didasari oleh adanya larangan dari Kementrian Polhukam terhadap penerbitan izin lokasi pelaksanaan Munas di Bali dengan…

Perbaikan Jalan Otista (Sigodeg) Sering Mengakibatkan Kemacetan

Kemacetan tidak hanya menjadi permasalahan transportasi di kota-kota besar saja.

Sejak tiga tahun terakhir ini, hal yang sama juga dialami oleh Kota Sukabumi. Ruas-ruas jalan protokol di Kota Sukabumi sering memperlihatkan kemacetan ini.

Jalan Otista - perempatan Sigodeg - sedang diperbaiki oleh pemerintah daerah pun menjadi salah satu penyebab kemacetan di jalan tersebut.

Kemacetan di jalan tersebut mengakibatkan padatnya kendaraan, seorang pengguna jalan pernah mengeluh, harus bersabar menunggu antrian hingga setengah jam.

Perbaikan Jalan Otista tiga bulan lalu tidak mampu menjawab persoalan mudah rusaknya badan jalan.

Genangan air dan beban berat kendaraan menjadi dua alasan mudah rusaknya jalan tersebut.

Pemerintah Daerah Kota Sukabumi - untuk perbaikan kali ini - tidak melakukan pengaspalan lagi melainkan dengan cara dirabat beton.

Hasil pantauan Sukabumi Discovery, penggunaan rabat beton di jalan tersebut masih menunjukkan beberapa kekurangan; selain tingginya curah hujan, kualitas rab…

Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia

Banyak pertanyaan dalam benak Saya, bisa jadi sama dengan dalam benak Anda. Pertanyaan akan semakin mengerucut – ketika Saya, sebagai salah seorang pengajar di Kota Sukabumi ini- terhadap: keberhasilan pendidikan di negara ini, masih intensnya aksi tawuran dilakukan oleh anak-anak sekolah, dan maraknya geng motor yang diisi oleh remaja usia sekolah (SMP dan SMA).

Keberhasilan pendidikan sebuah negara sudah pasti ditentukan oleh sistem pendidikan di negara tersebut. Ketika masih banyak patologi social yang dilakukan oleh para pelajar - apalagi oleh tenaga pendidik – menjadi satu alas an, sistem pendidikan di sebuah negara masih menemui kegagalan. Tidak terkecuali dengan sistem pendidikan di negara ini.

Saat ini, sistem pendidikan terbaik di dunia didominasi oleh negara-negara di Skandinavia, Finlandia pada ujung tahun 2013 menempati urutan pertama sebagai negara terbaik dalam penggunaan sistem pendidikan.

Banyak alasan, kenapa pendidikan di negara-negara Skandinavia telah meraih ke…

Abah Uman

Jalma-jalma modél urang mah ngan karék resep nepi ka wawacan wungkul dina milampah kaalusan. Béda jeung Abah Uman (alm), hiji kolot anu masih kumelendang di Balandongan nepi ka tungtung taun 80-an. Harita, kuring karék nincak kelas 4 SD.

Kacaritakeun, naon anu katénjo ku diri sorangan. Abah Uman boga pasifatan anu langka dipiboga ku jalma séjén, jalma satingkat Kyai atawa muallim ogé jigana moal bisa nandinganna. Dina ucapan can pernah ngaluarkeun kecap kasar tur garihal, sok sanajan keur dina kaayaan ambek, ah da asa tara ngambek kétah.

Sopan jeung handap asor lain diréka-réka, éstu kaluar tina haté anu beresih. Bakating ku sopan, kana hulu peda ogé apan nyebut: Mastaka Peda. Ka anak lélé nyebut Putra Lélé. Ceuk undak-usuk basa mah mémang teu nyurup, nyaruakeun sato jeung jalma – saluhureun.

Lamun dijéntrékeun mah ucapan Abah Uman téh kieu: “ Abdi mah neda téh sareng mastaka peda, baé.” Atawa , “ Badé ka sérang, badé nyair putra lélé..”

Lain kitu wungkul, ka anjing jeung ka ucin…

Pembubaran PPK dan PPS Se-Kota Sukabumi

Bertempat di Sekretariat KPU Kota Sukabumi, pada hari Jumat (14/11) diselenggarakan evaluasi dan pembubaran PPK serta PPS se- Kota Sukabumi.

Ketua KPU Kota Sukabumi, Hamzah, S.Ag mengatakan evaluasi dan pembubaran PPK serta PPS ini dapat diselenggarakan - meskipun terlambat -. Keterlambatan ini dikatakan oleh Hamzah, karena padatnya aktifitas KPU Kota Sukabumi pasca pelantikan anggota DPRD Kota Sukabumi.

Hal lain yang menjadi penyebab keterlambatan adalah tidak adanya anggaran dalam APBN terhadap kegiatan pembubaran PPK dan PPS.

" Kegiatan ini dibiayai oleh revisi anggaran yang dilakukan oleh Sekretariat KPU Kota Sukabumi Bagian Keuangan." Kata Hamzah dalam sambutannya.

Bagi KPU, PPK dan PPS merupakan ujung tombak dalam penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2014.

Evaluasi Penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2014

Masing-masing anggota KPU Kota Sukabumi memberikan pemaparan terkait evaluasi penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2014.

Agung Dugaswara, Divisi Teknis KPU Kota Sukabumi menyampaika…

Air Sungai Meluap di Kampung Pangkalan

Banjir di Pangkalan pada hari Selasa (11/11) lalu Hujan deras dua hari lalu mengakibatkan meluapnya air selokan ke jalan di Kampung Pangkalan Kelurahan Sudajayahilir.

Hasil pantauan Sukabumi Discovery dua hari lalu, air meluap dan menggenangi rumah penduduk yang berada di pinggir jalan.

Ketinggian air hingga 10 cm dari lantai rumah.

Beberapa warga menyebutkan, banjir tidak terlalu besar ini memang sering terjadi jika hujan turun dengan deras.

Salah satu sumber memberikan pandangan; air selokan meluap karena saluran irigasi yang dibangun tidak bisa menampung debit air yang cukup besar.

" Pembangunan saluran irigasi seharusnya lebih lebar dari selokan sebelumnya." Kata sumber tersebut.

Kecuali itu, sehari setelah peristiwa meluapnya air selokan, ditemukan tumpukan sampah plastik sepanjang pinggir jalan.

Sampah Plastik Menggunung di Jl. Cicadas

Tumpukan sampah plastik pun ditemukan di Jl. Cicadas Kec. Lembursitu. Sampah-sampah plastik tersebut hingga berita ini dimuat masih belum diber…

KPU Kota Sukabumi Melakukan Persiapan Pembubaran PPK dan PPS

Penyelenggaraan pembubaran Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara se-Kota Sukabumi akan diselenggarakan pada Hari Jum'at (14/11).

Sekretariat KPU Kota Sukabumi mengadakan rapat persiapan pembubaran PPK dan PPS tersebut di aula pertemuan KPU Kota Sukabumi.

Basuki, S.H mengatakan peserta yang diundang dalam acara besok sekitar 200 orang, PPK, Sekretariat PPK, PPS, dan Sekretariat PPS.

Jumlah penyelenggara Pemilu (PPK dan PPS) yang diresmikan pada tahun 2013 lalu berjumlah; 35 orang PPK dan 99 orang PPS telah resmi menyelesaikan tugas sebagai penyelenggara pemilu pada September 2014.

Selain pembubaran PPK dan PPS, pada hari Jum'at besok akan dilakukan juga evaluasi terhadap penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2014.

Pahlawan dan Demonstrasi FPI

Membaca berita di berbagai media, hari ini bertepatan dengan hari Pahlawan, 10 Nopember. Untuk warga Sukabumi, ada rasa sesak, saat KH Ahmad Sanusi tidak dikukuhkan sebagai pahlawan nasional. Namun rasa sesak tersebut, bagi Saya pribadi tidak menjadi soal, sebab kepahlawanan tidak sekadar label serta titel, kepahlawanan adalah nilai. Saya pun begitu yakin, banyak diantara para pahlawan yang telah membawa negara ini kepada alam kemerdekaan tidak tercamtumkan namanya sebagai pahlawan nasional. Tidak penting bagi para pahlawan gambarnya tercantum di deretan nama-nama pahlawan nasional.


Kecuali itu, di hari pahlawan ini ada juga demonstrasi yang dilakukan oleh FPI menolak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebetulnya tidak satu dua kali ormas ini melakukan aksinya. Banyak alasan, salah satunya, seperti dalam orasi pimpinan FPI; Ahok musuh Islam, kafir, pemakan daging babi, tidak pantas memimpin Jakarta. Nadanya memang sangat sarkas.

Dalam tulisan ini, Saya akan mengorelasikan nilai kepah…

Harga BBM Arék Naék Deui

Kamari mah salah saurang babaturan ngaharéwos: “ harga BBM arék naék, cicirén pamaréntah teu nyaaheun ka rahayat leutik, nya?” jigana ucapanna henteu nepi ka dinya lamun ku kuring teu kaburu ditémbal mah. Bener baé, réngsé ngajawab éta pananya, manéhna nuluykeun: “ Présidén anyar téh gening kitu, karék ogé sabulan dilantik geus kumawani naékkeun BBM. Naha waktu kompanyeu mah majar moal naékkeun harga BBM.”

Kuring seuri leutik. Nya derekdek baé kuring ngomong. Sanajan harga BBM nérékél nepi ka 30 rébu saléterna, kuring mah yakin pisan, kanyaah Alloh ka mahlukna moal laas, moal aya tungtungna. Kari urang ikhtiar jeung sering baé ngadeuheus atawa netepkeun diri kanu Maha Kawasa.

Sababaraha poé itu, ramé ngobrolkeun arék naékna harga BBM. Nya lolobana mah salempang jeung hariwang, nalika BBM naéh bakal mawa kana nérékélna harga-harga séjén. Geus pasti éta mah, pan di urang mah karék ngadéngé BBM arék naék harga ogé, teu saeutik jalma-jalma anu dadak sakala bisa ngulinkeun harga pasar, aya o…

Golkar Kota Sukabumi Memperingati HUT Ke-50

Mengambil tema “ GOLKAR Mengabdi Untuk Rakyat”, DPD Partai Golongan Karya Kota Sukabumi menyelenggarakan acara syukuran HUT ke-50 Partai Golongan Karya.

Acara diselenggarakan tepat pada pukul 10.00 WIB bertempat di kantor DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, Jl. Pabuaran Nyomplong.

Maming Surita, ketua Panitia HUT Golkar – dalam sambutannya- mengajak agar seluruh kader merapatkan kembali barisan.

“ Tantangan ke depan bagi seluruh partai politik akan semakin terbuka dan mencair. Kader-kader Golkar harus merapatkan barisan.” Ucap Maming.

“Bentuk kembali penguatan-penguatan yang bersifat mengikat di kalangan kader dan pengurus.” Lanjut Maming di hadapan sekitar 200 undangan.

Pandangan yang sama disampaikan oleh Doce Sutana, sebagai salah seorang Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Sukabumi, dia menegaskan, tidak mungkin kader-kader militan Golkar akan keluar dari partai hanya karena kepentingan pribadi.

Konsistensi dan Kemenangan Golkar di Sukabumi

Andri Setiawan Hamami, ketua DPD Parta…

Kang Warsa - 2014