Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

Kekalahan

Saya sering memperhatikan anak kecil,  misalkan anak saya. Juga pernah memperhatikan diri saya ketika kecil lewat ingatan-ingatan yang masih terawat (Baca: Tersisa). Betapa anak kecil memiliki satu karakter khusus, dia ingin dan selalu “ Ingin Menjadi Apa Saja” . Anak Saya ingin menjadi Berbie, anak lelaki Anda mungkin ingin menjadi Batman, bisa jadi karena ingin menjadinya itu, ada dari sebagian anak kita ingin menjadi Pocong. Maka, demi alasan ini, dibuatlah motivasi tentang anak, penguatan cita-cita besar mereka. Ingin menjadi apa.
Orang dewasa sudah tentu berbeda dengan anak-anak. Mereka lebih fokus pada cara mendapatkan kemenangan. Tapi, ini penting diketahui, motivasi “ Ingin Menjadi Apa Saja” yang tertanam sejak masa kanak-kanak akan tetap terbawa dan mengakar kuat dalam diri manusia. Muncullah keinginan-keinginan, harapan-harapan, juga fantasi-fantasi. Bedanya hanya sedikit, antara logis dan tidak logis. “ Ingin Menjadi Apa Saja”-nya seorang anak bisa kita sebut un-logic, tidak…

Rumah Satu Atap

Armagedon, Kiamat, Zaman Akhir, Aharit hayamim pandangan eskatologis dari semua penganut keyakinan dengan penafsiran berbeda-beda. Semua agama meyakini kebenaran akan datangnya zaman akhir. Entah menafsirkannya dengan pandangan preterisme atau dengan penafsiran umum. Armagedon akan terjadi. Para penganut preterisme hanya meyakini, kiamat sebenarnya adalah ketika dihancurkannya nilai-nilai kemanusiaan, dikumandangkannya perang, genocide, sebagaimana pernah terjadi di masa kekaisaran Romawi. Herodes adalah dajal.

Neo- Preterisme memberi gagasan lain tentang kiamat. Nubuat-nubuat tersurat di dalam kitab-kitab suci memberikan arah dan petunjuk yang jelas. Menunjuk kepada satu masa, zaman, bahkan letak secara geografis. Ini tentu saja terlepas dari pandangan subyektifitas, sebab dialami oleh semua manusia. Adanya kecocokan kondisi zaman ini dengan dalil-dalil di dalam kitab –kitab suci menjadi alasan bahwa kiamat memang sedang dialami oleh umat manusia.

Penafsiran subjektifitas terhadap ar…

Akademia

Adalah sebuah arogansi kekuasaan menjadi latar belakang didirikannya “Akademia” oleh Plato. Saat kelompok tyranoi memegang tampuk kekuasaan, ada cara pandang baru terhadap politik sederhana saat itu: Jangan biarkan rakyat mengetahui hal-hal penting, sebab ini merupakan ancaman terhadap pemerintahan tyranoi di mana kekuasaan dibagi-bagi berdasarkan kepentingan-kepentingan kelompok. Ibarat kue-kue besar dipotong-potong lantas dibagikan kepada orang yang telah menduduki kursi menghadap meja makan. Pencerdasan terhadap rakyat melalui proses pendidikan adalah salah satu hal terlemah dalam kebijakan-kebijakan pemerintah saat itu.
Kelompok tyranoi merupakan pemenggal sejarah Athena, dimana kebijaksanaan diletakan bukan pada pandangan dan pikiran para filsuf kecuali ditentukan oleh ketajaman pedang penguasa. Lebih celaka, kekuasaan ini seperti Saya sebut, dibagi-bagi dan menghasilkan mesin pembunuh kreatifitas manusia. Saat kelompok memegang kendali, kekuasaan dipegang oleh 11 orang yang menge…

AKADEMIA

Adalah sebuah arogansi kekuasaan menjadi latar belakang didirikannya “Akademia” oleh Plato. Saat kelompok tyranoi memegang tampuk kekuasaan, ada cara pandang baru terhadap politik sederhana saat itu: Jangan biarkan rakyat mengetahui hal-hal penting, sebab ini merupakan ancaman terhadap pemerintahan tyranoi di mana kekuasaan dibagi-bagi berdasarkan kepentingan-kepentingan kelompok. Ibarat kue-kue besar dipotong-potong lantas dibagikan kepada orang yang telah menduduki kursi menghadap meja makan. Pencerdasan terhadap rakyat melalui proses pendidikan adalah salah satu hal terlemah dalam kebijakan-kebijakan pemerintah saat itu.
Kelompok tyranoi merupakan pemenggal sejarah Athena, dimana kebijaksanaan diletakan bukan pada pandangan dan pikiran para filsuf kecuali ditentukan oleh ketajaman pedang penguasa. Lebih celaka, kekuasaan ini seperti Saya sebut, dibagi-bagi dan menghasilkan mesin pembunuh kreatifitas manusia. Saat kelompok memegang kendali, kekuasaan dipegang oleh 11 orang yang menge…

Koboy

Koboi (cow-boy) sebuah kata dan ini telah mengalami perluasan makna sejalan dengan semakin meluasnya pembahasaan ini pada lapangan yang semakin sempit. Para penjaga peternakan di Amerika utara menjelang akhir abad ke-19 ini telah melegenda. Legenda bukan sekedar tentang kekuatan kelompok para penunggang kuda tersebut dalam menghadapi kerasnya alam, kecuali telah meluaskan dirinya dalam memengaruhi kehidupan di awal abad ke-20.
Bagaimana tidak, koboi merupakan simbol ke-maskulinan, kejantanan. Karena seorang lelaki dituntut untuk berpetualang, menunggangi kuda, melawan kerasnya kehidupan. Tampil dalam perhelatanrodeo, dia telah dibaptis menjadi icon baru bagu manusia. Sang penakluk. Icon baru ini menyebar begitu cepat, seperti laiknya cahaya matahari menghabiskan gelap malam. Dia dianggap sebagai cahaya baru. Para lelaki di awal abad ke-20an mengenalkan atribut-atribut koboi dalam kehidupan keseharian. Segalanya didominasi oleh kerasnya hidup, topi, baju kemeja tebal, pistol, dan celana …

Tanya Pada Hansip

Tanya : Benarkah, demokrasi harus dibayar dengan harga sangat mahal?
Jawab: Tanyakan saja kepada para Bapak Hansip yang sedang menjaga dan mengamankan TPS!

Jika saja, Louis XVI mampu meredam ambisinya dalam memberikan bantuan keuangan terhadap gerakan besar bernama Revolusi Amerika, andai saja Marie Antoniette tidak bersikap korup dan menghabiskan kas kerajaan Prancis atas nama kebangsawanannya, Jika saja kaum bangsawan Prancis tidak haus terhadap sanjungan dan mengakarkan hak-hak istimewanya di atas kelas sosial lain, sudah dupastikan Revolusi Prancis 11 Juli 1789 hampir tidak akan terjadi.

Kerajaan Prancis sejak kekuasaan Louis XV hingga Louis XVI mengalami krisis keuangan akut. Krisis keuangan kerajaan itu disebabkan oleh, kas Negara telah disulap menjadi keuangan yang harus dikuasai oleh kerajaan dan dipergunakan demi kemakmuran salah satu kelompok; Kaum Bangsawan. Acara-acara kerajaan demi mendulang decak kaum jelata sebenarnya telah menciptakan rasa mual dan mual berlebihan terhad…

KPU DISTRIBUSIKAN LOGISTIK PEMILUKADA 2013

Sekitar 1.152 kotak suara berisikan logistik yang dibutuhkan saat pemungutan Suara dalam Pemilukada Bersama 2013 didistribusikan oleh KPU Kota Sukabumi ke tujuh PPK.

Divisi Logistik KPU Kota Sukabumi sejak pagi telah menyiapkan kendaraan berupa truck pengangkut logistik tersebut. Tiga hari sebelumnya, beberapa logistik sebagai sarana pengadministrasian di TPS seperti: Model C.6 dan Salinan Daftar Pemilih Tetap telah didistribusikan kepada seluruh KPPS di Kota Sukabumi.

Model C.6 merupakan surat panggilan kepada pemilih untuk menggunakan hak pilihnya pada tanggal 24 Februari 2013 nanti. Di dalam model ini terdapat kartu pemilih dan identitas singkat pemilih terdaftar sesuai dengan Salinan DPT untuk TPS.

Jumlah KPPS yang telah dibentuk sejak 3 Februari 2013 adalah 576 KPPS, masing-masing KPPS beranggotakan 7 orang petugas.

Dengan diterbitkannya Surat Edaran oleh KPU Provinsi Jawa Barat tentang dibolehkannya warga Jawa Barat yang telah memiliki KTP dan tidak terdaftar di DPT dimasukkan…

GIRIMIS BUBAR

Geus jadi ciri utama, di pilemburan, dina taun 1980an, lamun aya hajat atawa samen sok nanggap film. Aya nu nyebut layar tancleb, ogé sakapeung mah sok disebut misbar, girimis langsung bubar. Tong jauh-jauh, ti mimiti samen kelas I nepi ka kelas VI Madrasah, ti taun 1986 nepi ka 1992, tiap samen geus pasti hiburan panungtungna direuah-reuah ku acara layar tancleb. Henteu rumasa dosa, rék guru agama, tokoh masarakat, ogé masarakatna sorangan, samen sakola agama ku ngayakeun layar tancleb, padahal teu saeutik film-film anu dipintonkeun téh film nu dibintang fileman ku Kelompok Warkop. Ah, kabéh ogé pada apal meureun, kumaha cara kelompok Warkop ngaékspolitasi artis-artis ku cara nembongkeun pingping? Dosa teu karasa anu dipikaresep, kabéh boh lalaki, awéwé, malahan budak ogé ngalalajoan éta film.

Lain masalah film modél kitu anu rék diguar, tapi hiji transformasi budaya nu diakibatkeun ku can mahabuna média hiburan dina mangsa harita. Dina saparo mangsa taun 80-an, diaku ku sing saha baé…

KPU MENYELENGGARAKAN RAKER EVALUASI PEMILUKADA

Kesuksesan penyelenggaraan Pemilukada Bersama Tahun 2013: Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi harus didukung oleh beberapa faktor determinan; penyelenggara pemilu yang memiliki kapabilitas, ketersediaan logistik pemilukada sesuai dengan kebutuhan, dan penyelenggaraan pemilukada yang mengacu kepada asas-asas penyelenggaraan pemilukada. Hal tersebut diungkapkan oleh Dudi Nurwanda, Agus Firmansyah, dan Sukandar Bachtiar, dalam acara Rapat Kerja Evaluasi Penyelenggaraan Pemilukada Bersama Tahun 2013.

Seluruh anggota bersama secretariat PPK dan PPS se-Kota Sukabumi diundang oleh KPU Kota Sukabumi untuk menyelenggarakan rapat evaluasi Pemilukada Tahun 2013. Bertempat di Pondok Asri, Selabintana, hari Selasa (19/2) tepat pukul 10.00 WIB acara dimulai. Dalam sambutannya, Dudi Nurwanda selaku Divisi Hukum dan Perundang-undangan KPU Kota Sukabumi mengungkapkan, “ Pelaksanaan tahapan Kampanye pemilukada tinggal satu hari lagi. Para…

MASA TENANG

Depresi besar pada Oktober 1929 telah membawa dunia pada peta politik baru. Petaka Malaise, saat ambruknya ekonomi dunia dalam bingkai Selasa Hitam, jatuhnya bursa saham New York  membawa Negara-negara blok sentral kekuasaan dunia pada arus pertikaian. Blok sentral mencoba membangun kekuatan dalam Negara sendiri. Partai Nazi di Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler dengan dukungan penuh dari warga Negara Jerman secara mayoritas bertekad mendirikan Negara fasis.  Dukungan besar itu telah menempatkan Hitler sebagai Kanselir Jerman.
Depresi besar ini mengakibatkan bencana kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah kemanusiaan. Dampak kelanjutan darinya adalah munculnya Perang Dunia I dan II. Dunia telah menjadi mahluk paling menakutkan bagi pengisinya sendiri. Kelaparan sebagai akibat langsung dari perang dunia I dan II telah membawa masyarakat dunia pada satu fenomena, kanibalisme lugas terpampang begitu meyakinkan, pandangan Hobbes tentang Homo Homini Lupus Belum Omnium Contra Omnes men…

SD SUDAJAYAHILIR GANTI NGARAN

Jorojoy, ujug-ujug inget kana pangalaman waktu sakola dasar. Jadi budak sakola teh dina taun 1986. Harita masih keneh SD Sudajayahilir ngaran sakola teh. Pernahna kuloneun kantor Baledesa. Wangunan sakola masih nyirenkeun arsitektur taun 80an. Bangku-bangku nu digunakeun oge masih nembongkeun kumaha kuatna pangaruh Bangsa Walanda dina ngajajah nepi ka pamikiran Bangsa Pribumi.

SD Sudajayahilir kabagi kana dua, Sok pada nyebut SD I jeung SD II. Ku anu jadi aki, Aki Abad (alm), kuring diasupkeun ka SD I. Ilaharna budak anyar sakola, sagala geus tangtu anyar, baju, tas, jeung buku oge anyar. Lain eta wungkul nu anyar teh, babaturan oge nambahan, aranyar. Lamun keur memeh asup sakola mah wawuh teh ngan saukur jeung budak Balandongan kidul, ayeuna mah nambah kawawuhan: budak Balandongan Kaler, Wetan, jeung Barudak ti lembur sejen; Pangkalan jeung Lemburpasir.

Kelas I, pernahna pahareup-hareup jeung Kantor Guru SD II. Dina tangkal kersen, ngagantung lonceng, dijieun tina pelek ban mobil. Tand…

DESA MENGEPUNG KOTA

Ada arus terbalik saat kita menempatkan kalimat: Desa Mengepung Kota di era ketika Kota semakin memperluas kekuasaannya. Cakaran-cakaran kekuasaan Kota di era gelombang ke-tiga sebagaimana pandangan Toffler berbanding lurus mengikuti arus pembangunan. Alhasil, Kota seolah tidak rela jika dirinya dikepung oleh desa. Sebaliknya, Kota harus melakukan serangkaian counter attack terhadap pengepungan desa-desa.

Kekuasaan Kota akan dipaksakan meluber ke wilayah-wilayah perdesaan, bukan hanya pemikiran, kebijakan, hingga sisi-sisi lain yang seharusnya dipertahankan pun dikikis - meskipun secara perlahan-. Areal-areal pertanian di wilayah perdesaan dikikis dengan pembangunan-pembangunan pemukiman, pembebasan lahan, pengadaan lapang-lapang golf, dan sejumlah alasan lain tanpa mempertimbangkan AMDAL. Cengkraman kuat pun mengepal segi ekonomi, waralaba-waralaba didirikan hanya memiliki jarak satu kilometer saja. Dibangun di pinggir warung-warung masyarakat. Seolah memberikan pesan penantangan kepa…

Lapang Anu Ngajalur

Mangsa beuki ngangsreug, beuki maju. Nu asalna teu kapikiran bakal aya, ayeuna kari-kari ngabukti dimana-mendi. Jalan beuki laleucir, wangunan diadegkeun di sisi-sisina. Tegalan nu biasana dipaké ngapungkeun langlayangan ayeuna geus diganti ku wangunan dua tingkat. Mangsa ka tukang anu geus kasorang can bisa ngabayangkeun lamun jaman ayeuna geus mahabu ku mangrupa barang éléktronik. Hal nu asalna dianggap mustahil, pamohalan aya, ayeuna geus ngawujud. Geus tangtu keur sawaréhna kolot nu teu ngabayangkeun lamun jaman geus kacida ngangsreugna bakal miboga sikep kagét, ceuk elmu sosial mah "cultural shock!".

Balandongan wétan, disebut wétan pédah éta wewengkon pernahna aya wétaneun Balédésa, dina taun 1980-an sok disebut lembur naringgul. Ceuk Aki pituin, disebut naringgul téh pédah jalan aspal di éta wewengkon geus barohak, tataringgulan. Sumawona jalan Balandongan Kidul mah, mangsa harita can dibalay-balay acan, teu tataringgulan, leucir, lain leucir kusabab aspal tapi kusaba…

PENTING, TATA KELOLA SAMPAH DI KOTA SUKABUMI

SANTIONG. Sejak tahun 2000an, Kota Sukabumi telah memindahkan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) dari Kerkhof ke Santiong. Hal ini digagas di era kepemimpina Walikota Molly Mulyahati.

Satu dekade telah berlalu. Di awal pindahnya TPA ini memang tidak menimbulkan masalah. Karena tingkat dan jumlah sampah masih tidak seperti sekarang. Saat ini, sudah pasti karena semakin bertambahnya sampah di TPA, pemukiman yang lokasinya berdekatan dengan TPA Santiong telah terkena imbas bau sampah jika angin berhembus dari TPA ke arah pemukiman.

Pemerintah Kota Sukabumi memang telah memikirkan hal ini jauh-jauh hari. Di tahun 2007-2008, melalui Program Pendanaan Kompetitip IPM, dibangun Industri Daur Ulang sampah bernama INDUS. Sampah organik diolah menjadi pupuk organik dan didistribusikan kepada para petani. Sayangnya, langkah baik ini kurang disosialisasikan secara serius kepada para petani terutama dalam hal mensosialisasikan penggunaan pupuk organik.

Di lokasi TPA pun terdapat tempat pengolahan…

PEMBANGUNAN OBYEK WISATA TIDAK MENJADI SOROTAN UTAMA KANDIDAT WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA SUKABUMI

Dalam pelaksanaan Debat Kandidat Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi yang digelar oleh KPU Kota Sukabumi pada Rabu malam (13/2), para kandidat " terlalu memberikan dan menggambarkan visi misi melangit." Ungkap Arry Bannuis, salah seorang panelis dalam acara tersebut.

" Ini terlihat, saat penyampaian visi dan misinya, mereka memaparkan hal-hal umum, bersifat datar, bahkan cenderung muluk-muluk." Tambah Yudi Latif menekankan.

Dari sekian puluh visi dan misi yang dibacakan oleh ke empat pasangan calon Walikota secara bergiliran, pembangunan sarana wisata di Kota Sukabumi kurang mendapatkan sentuhan. Padahal Kota Sukabumi sebagai pusat pelayanan jasa harus membangun obyek wisata. Meskipun pasangan Mujarab (Mulyono-Jona) sempat menggulirkan wacana ini, namun tiktik tekan pembangunan objek wisata ini hanya menyentuk wisata kuliner.

Alasan penduduk Kota Sukabumi yang konsumtif, sebenarnya jika melihat dan mengelaborasi kata konsumtif tadi tidak bisa dijadikan alasan jik…

DEBAT KANDIDAT: KOTA SUKABUMI MEMBUTUHKAN JAWABAN, BUKAN SEKEDAR JANJI

Rabu (13/2), kompleks SETUKPA POLRI Kota Sukabumi dipenuhi oleh massa pendukung para Kandidat Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi. Halam Mesjid Jami' disesaki oleh kendaraan roda dua dan empat masing-masing pasangan calon. Para petugas kepolisian berjaga-jaga mengimbangi pelaksanaan Debat Kandidat Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013. Teriakkan massa pendukung menyemangati para kandidat terdengar riuh, masing-masing pendukung mengumandangkan: Madani! Mufakat! Syahadat! dan Mujarab!.

Gedung Anton Soedjarwo menjadi saksi sejarah perhelatan akbar lima tahunan di Kota Sukabumi. Ya, sebuah gedung, meski pun tidak memiliki kapasitas sebagai saksi hidup, sebagai entitas atau bagian dari saksi primer, namun malam itu telah menjadi tempat penting di mana visi dan misi para kandidat Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi akan diuji oleh tiga panelis. Pengujian dari berbagai aspek: sosial, politik, budaya, dan ekonomi. Gempita para pendukung membahana berbanding lurus dengan detak j…

KAMPANYE TERBUKA PASANGAN MUJARAB

Kampanye terbuka pasangan Mulyono-Jona dikonsentrasikan di Lapangan Cikundul, Kecamatan Lembursitu. Pukul 09.300 WIB, massa pendukung dari berbagai wilayah di Kota Sukabumi mulai berdatangan memadati sepanjang pinggir Jalan Proklamasi dan Jalan Merdeka. Diperkirakan, massa pendukung dari dua kader, simpatisan partai politik ditambah beberapa ormas pendukung pasangan ini berjumlah 6.500 orang.
Tidak berbeda dengan pelaksanaan kampanye tiga pasangan sebelumnya, dalam kampanye terbuka pasangan MUJARAB ini diisi dengan hiburan rakyat dan dangdutan organ tungga.  Adi Sanjaya, salah seorang penyiar radio bertindak sebagai MC kegiatan kampanye Mujarab ini meneriakkan : Mujarab!!! Kontan, teriakan ini disambut antusias oleh pekikan seluruh massa pendukung MUJARAB dengan kata, “ Berhasil!!”.
Sekitar pukul 10.25 WIB, saat matahari terik memanggang kepala seluruh peserta kampanye, pasangan Mulyono-Jona tiba di lokasi kampanye diiringi oleh Tim Kampanye dan beberapa pemimpin relawan serta ormas pen…

Balandongan Jeung Pangwangunan

Pangwangunan sarua jeung hiji pakakas - sok sanajan teu bisa disebut pakakas-, miboga dua hal. Teu saeutik ogé nimbulkeun ambivalénsi, hiji sisi nguntungkeun jeung dibutuhkeun ku jalma, dina waktu anu sarua bisa jadi ranté nu nalikung ka diri jalma. Siga kieu, dina mangsa awal pindahna karuhun urang ka wewengkon Balandongan jeung lembur-lembur nu aya di sabudeureunna, waktu alam masih mertélakeun kitu ayana, can disulap ku anu ngaranna pangwangunan, karuhun urang tangtuna teu kudu hésé hirup alatan hésé barangdahar kusabab alesan beuki heureutna tempat keur pepelakan. Waktu harita, karuhun urang tinggal ngahuma, malahan teu saeutik anu ngalap sayur jeung bungbuahan anu mémang geus disadiakeun ku alam.

Kabiasaan karuhun lain nepi ka maranéhna ngajarkeun kumaha carana méakkeun sagala rupa nu disiapkeun jeung geus disadiakeun ku alam. Ogé méré pangajaran ka generasi sanggeusna, kumaha carana ngarawat alam, ngajaga alam sangkan saluyu jeung ngébréhkeun kondisi jeung kaayaan anu sarua jeu…

Kang Warsa - 2014