Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

TAHUN BARU 2013

Ada semacam keberpihakan dari cara kita berpikir dan memandang sesuatu . Diklaim, salah satu cirri manusia modern – pasca homo sapiens (jika ada)- sering mengkaitkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Lantas ini memunculkan konsep baru, bisa dikatakan sebagai takhayul modern dalam bentuk konspirasi. Keyakinan selalu menjadi alasan terhadap alibi-alibi manusia modern dalam menghubungkan satu kejadian dengan kejadian lain. Daripada menjadi benar, informasi malah semakin bias dari harapan.
Tahun 2012 telah diujung hari kita akan menyongsong tahun 2013. Ramai dibicarakan, pergantian tahun sebagai momentum untuk mengawali perbaikan, sebuah resolusi: masa lalu dilihat sebagai kaca spion, lantas harapan-harapan diletakkan di tahun 2013. Perayaan-perayaan menyambut datangnya hari bari dilakukan di mana-mana. Tua-muda, lelaki-perempuan ikut berperan sebagai penyambut kedatangan matahari baru di awal Tahun 2013. Semua larut.
Berpikir secara jernih, setiap hari, ketika pergantian tanggal dan…

Turning Point of Civilization

Lain saukur kudu digugulung anu ngaranna waktu téh, da puguh jalma mah teu bisa pisah kahirupanna tina ruang jeung waktu. Kajaba ti éta, kudu dirawat, dijaga, sangkan waktu teu jadi hal anu baris ngurung urang dina hiji kaayaan. Teu saeutik jalma anu hirupna kabeungkeut ku alam anu geus kasorang, ogé loba jalma anu hirupna kabeungkeut ku sahariataeun, malah loba pisan jalma anu hirupna kacangreud ku zaman anu can kungsi ka sorang, rék ku zaman baheula anu kabaca dina lambaran-lambaran sajarah kahirupan, ogé ku zaman anu baris kaalaman teuing iraha.
Di sisi beulah katuhu, jalma resep ngagulkeun zaman baheula, ngeunaan kumaha hébat jeung digjayana karuhun urang. Di sisi beulah kénca loba jalma anu resep ngawang-ngawang yén kaayaan zaman téh baris tibalik bari ngan saukur ngabibita sorangan ku hiji histeria sosial ngeunaan baris binangkitna deui kajayaan anu geus tilem teuing di sagara mana.
Anu kudu diébréhkeun kalawan daria, salah sahijina nyaéta ngeunaan Turning-Point of Civilization, t…

TIMUR - BARAT

Pengiblatan kepada Barat oleh orang-orang Timur, oleh bangsa kita mulai mewabah di tahun 70-an, di paruh pertama kekuasaan orde baru. Terjadi saat arus lintas budaya mulai memasuki ruang lebar bernama gloalisasi. Buah dari itu adalah mewujudnya pengekoran bangsa ini kepada budaya Barat tanpa saringan. Dalam pandangan Leopold Weiss, fenomena baru ini disebut sebagai kelahiran para“Barat Gadungan”.
Tidak salah, ketika peniruan tidak hanya sekedar menyentuh batas permukaan. Jika Nilai-nilai yang bersifat universal; kedisiplinan, penghormatan terhadap prestasi, dan pemenuhan-pemenuhan kebutuhan dasar manusia dijadikan  alasan kenapa kita harus mengikuti jejak orang-orang Barat. Hanya saja, karena nilai-nilai ini bersifat universal dan diakui secara umum, maka hal ini telah menjadi fitrah manusia, sebuah bangsa di mana pun dia berada memiliki nilai-nilai ini tanpa harus meniru dari bangsa lain.
Di era kekuasaan orde lama, di titik anti klimaks kekuasaan, ketika demokrasi terpimpin dikumandan…

SATE MADURA CITA RASA TESPONG

Usaha dagang sate digeluti oleh Bu Isnah, seorang perempuan asal Madura ini sejak dua tahun lalu.

Di depan rumah kontrakannya, di Kampung Tespong, perempuan dengan dua orang anak bisa biasa menjajakkan dagangannya.

Berjualan sate dari pukul 18.00 hingga tengah malam bisa menghabiskan sampai dua ratus tusuk sate.

Boleh dikata, cita rasa sate Bu Isnah memang khas Tespong, meskipun berasal dari Madura. Alasan ini menjadi penilaian tersendiri bagi warga tespong untuk menjadikan sate ayam Bu Isnah sebagai pelengkap makan malam mereka.

" Saya mengambil keuntungan hanya seratus rupiah saja dari satu tusuk sate. Keuntungan ini saya gunakan untuk bayar kontrakan dan membiayai sekolah anak-anak." Ujarnya kepada Sukabumi Discovery. (Dr-sukabumidiscovery)
Dikirimkan Lewat BlackberryMail

SOTO UDIN

Di Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi sebelah Barat. Warung-warung kecil terlihat berderet , berjajar. Di antara deretan warung kecil itu adalah Warung Soto dan Bubur Kang Udin.

Aktivitas di Jalur Minggu pagi ini menjadi anugrah tersendiri bagi Kang Udin dan istri. Warung bubur tersebut dipenuhi oleh pelanggan dari berbagai kalangan.

Kang Udin baru tiga bukan membuka warung ini di Jalur. " Saya sudah lama menjadi pedagang bubur dan soto, namun di Jalur ini Saya baru tiga bulan saja." Ujarnya.

Di siang hari, Warung itu menjual berbagai makanan berat seperti Nasi, lauk-pauk, dan sudah tentu soto khas Kang Udin.

Ke-khasan soto Kang Udin adalah, sayur / kuah yang kental dengan air santan dan berbeda dengan soto lainnya, soto buatan Kang Udin tidak ditaburi oleh kacang.


Dikirimkan Lewat BlackberryMail

ETIKA AKSI POLITIK

Dalam pandangan Hannah Arendth, berpolitik merupakan kegiatan manusia yang paling istimewa. Hal ini  senada dengan pandangan Aristoteles, manusia sebagai mahluk yang berpolitik, Zoon Politicon. Dalam melakukan aktivitas politik, manusia harus tidak boleh lepas dari dua dasar kodrat kehidupan sebagai manusia. Pertama, Kegiatan berpolitik dimaksudkan untuk memberikan ruang gerak dan kebebasan agar manusia bisa dibedakan dari binatang. Kedua,  kegiatan berpolitik harus disertai dengan sifat fitrah manusia bahwa mereka tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Dalam kaidah klasik, manusia tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri, Non nobis solum nati sumus, Gambaran Cicero.
Agar tidak lepas dari dua dasar kodrat kehidupan dalam berpolitik tersebut, aksi politik harus diisi dengan upaya: bagaimana cara manusia menghormati sesama, memaksimalkan kebaikan yang berasal dari lubuk hati paling dalam manusia tersebut. Bagi Arendth, aksi politik tidak sekedar mengupayakan bagaimana cara manusia mendapatkan …

KONDISI FIRA SAAT INI

SUKABUMI. Kondisi Disa Fira Rahayu (6 tahun), seorang pasien Rumah Sakit Hasan Sadikin , Bandung saat ini sedang kritis. Tumor Parotis yang terdapat di  kepalanya semakin membengkak. Tim Relawan dari GEMA PEDIH, Gerakan Masyarakat Peduli Disa Fira Rahayu mengabarkan, kondisi Fira sedang koma.
Sejak pemberitaan kemarin oleh Sukabumi Discovery, perawatan terhadap anak seorang Ketua RT di Kelurahan Lembursitu Kecamatan Lembursitu ini memang harus benar-benar menyeluruh.  Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Kesehatan telah memberikan pelayanan Jamkesda sebesar 15 juta rupiah untuk membiayai pengobatan anak ini di RSHS, Bandung.
Belum ada  donator dari luar Kota Sukabumi yang telah memberikan bantuan keuangan untuk  biaya pengobatan Fira. Saat dikonfirmasi, Dede Rusla penggagas GEMA PEDIH mengatakan kepada Sukabumi Discovery, “ Telah terkumpul bantuan sebesar 2 Juta rupiah dari masyarakat. 
“ Insya Alloh, bantuan yang telah terkumpul ini akan segera Kami berikan kepada orangtua Fira yang s…

GENERASI GOOGLE

Sikap khawatir ditunjukkan oleh salah seorang ilmuwan asal Inggris, Trevor Balyis. Sudah tentu sikap ini terjadi bukan tanpa alasan. Penggunaan internet secara berlebihan oleh anak-anak tanpa diimbangi oleh kegiatan mekanis anak-anak akan mematikan otak anak-anak.

Tidak heran jika di generasi google seperti sekarang ini, para anak akan menghabiskan waktu mereka di depan layar komputer lantas memudahkan hidup mereka tanpa harus berbuat banyak. Tugas di sekolah akan dengan mudah dikerjakan, tinggal search lalu dicopy -paste. Jika hal ini dibiarkan secara berlarut, bisa dipastikan generasi ini akan dipenuhi oleh generasi yang mandul kreatifitas.

Berbeda dengan genarasi 40-an. " Perjuangan hidup, ketika Aku masih kecil di masa perang telah mencetak anak-anak - yang sezaman denganku- menjadi anak kreatif. Kami bisa belajar dari hidup dan bagaimana cara mengolah apa yang ada di sekitar kita." Kata Trevor.

Trev , sapaan akrab Trevor ketika kecil, seorang anak yang rajin mengumpulkan s…

GEUNJLEUNG EKONOMI

Dina taun 1937, John Maynard Keynes méré kamandang, “ Balahi anu diakibatkeun ku ngabeledugna Bom henteu leuwih gedé tibatan anu diakibatkeun ku défisitna anggaran nagara.” Ceuk Keynes, salah sahiji hal anu bisa ngabalukarkeun bijilna hiji déprési ékonomi di nagara-nagara nyaéta lamun kawijakan anu dihasilkeun ku éta nagara leuwih condong kana konsumsi pamaréntah tinimbang kudu mentingkeun biaya atawa anggaran keur konsumsi publik dina bentuk pangwangunan idéalisme hiji nagara. Hartina, nalika pamaréntah leuwih mokuskeun anggaran nagara keur kapentingan pangwangunan citra dirina sorangan, tong jauh-jauh babandinganna 60%-40%, anggaran anu katarima ku publik dina bentuk pangwangunan leuwih leutik, hartina anggaran bakal leuwih loba dikonsumsi ku pamaréntah bari teu ngahasilkeun hiji hal anu éféktif.
Mangsa Orde Lama
Keur ukuran Indonésia, lamun nempo kana sajarah bangsa. Moch. Hatta pernah ngabetuskeun lamun anu jadi tulang tonggong kahirupan ékonomi Indonésia téh nyaéta kakulawargaan. I…

PROFIL , VISI DAN MISI PASANGAN CALON WALIKOTA SUKABUMI

Profil Peserta Pemilihan Walikota/Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013


Visi dan Misi Peserta Pemilihan Walikota/Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013



Sumber: KPU Kota Sukabumi

GERAKAN MASYARAKAT PEDULI DISA FIRA RAHAYU

LEMBURSITU. Disa Fira Rahayu (6 tahun), anak seorang Ketua RT 4 RW 17,  Opik, menderita Tumor Parotis sejak dua bulan lalu. Tumor tersebut terus mengalami pembesaran tepat di  pipi anak tersebut.  Saat ini,  Fira sedang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Warga Kelurahan Lembursitu, dipelopori oleh Dede Rusli dan Liza Hasanah dan  aparat Kelurahan sedang mengadakan Gerakan Kepedulian untuk membantu  Fira. GEMA PEDIH, Gerakan Masyarakat Peduli Disa Fira Rahayu. Gerakan ini digagas untuk menggalang dana pengobatan Fira di Rumah Sakit Hasan Sadikin.
Sampai saat  ini, di GEMA PEDIH melalui POSKO Peduli Fira telah terkumpul dana sebesar  Rp. 1.400.000 . Dana ini merupakan sumbangan dari warga melalui ketua RT dan RW se-Kelurahan Lembursitu. Kecuali itu, Pemerintah Kota Sukabumi pun telah membantu pengobatan Fira lewat program Jamkesda, ditaksi biaya pengobatan untuk fira sebesar 15 juta rupiah.
GEMA PEDIH memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk membantu pengobatan Fira , baik …

JALUR LINGKAR SELATAN SEMAKIN RAMAI

Setelah Jalur Lingkar Selatan sebelah Barat selesai. Sejak satu bulan terakhir wilayah ini menjadi semakin ramai baik oleh kendaraan atau oleh lalu lalang orang.

Pedagang kaki lima pun ikut menjadi salah satu bagian penyumbang keramaian tersebut. Warung-warung sederhana dibangun, apalagi waralaba-waralaba di bangun hampit setiap 50 meter.

Di depan Indomart Jalur, pedagang gorengan berjajar. Jika tidak hujan, suasana jalur yang penuh dengan keramaian itu akan bertahan sampai tengah malam.

Tidak jauh dari perempatan Jalur, berdiri sebuah cafe and music Flasma. Pengunjung datang dari berbagai kalangan meski pun lebih didominasi oleh para remaja.

Di Jalan besar ini pun berdiri beberapa tempat hiburan atau lesehan yang dijadikan karaoke life. Pemerintah Kota Sukabumi harus lebih mencermati derasnya perubahan ini terutama harus mengkaji ulang terhadap: fungsi utama dibangunnya Jalur Lingkar Selatan ini untuk apa?

Dikirimkan Lewat BlackberryMail

LAKSA IDRUS

CITAMIANG. Sukabumi dikenal sebagai salah satu tempat wisata kuliner di Jawa Barat. Bagaimana tidak? Perpaduan antara kuliner tradisional dan modern terikat sangat kuat. Harmonisasi ini menjadi salah satu alasan, jika Anda membuka usaha Kuliner di Kota Sukabumi akan laku keras.
Laksa Idrus, merupakan salah satu tujuan wisata kuliner di Kota Sukabumi. Alamat “lapak” penjualannya terletak di Jl. Pemuda II, berdekatan dengan Kantor Kecamatan Citamiang. Pemiliknya bernama Bapa Idrus telah menggeluti usaha ini sejak tahun 1950. Karena ketelatenan dan kesabarannya dalam menjalani usaha, Laksa ini tetap bertahan selama 60 tahun lebih.
“ Saya mulai menjalani usaha ini sejak tahun 1950an, waktu itu Saya masih bujangan dan belum berkeluarga.” Kata Bapak Idrus kepada Sukabumi Discovery. Ketika ditanya tentang resep usaha agar bertahan selama puluhan tahun, bapak dari beberapa anak ini menjelaskan, modal utama dalam berusaha adalah keseriusan, ketepatan, dan tentu saja harus fokus pada satu arah.
La…

CARPON: PAKET A UNDER-COVER

Mémang karasa ari jadi jalma bodo mah. Sering katipu jeung dibobodo ku batur. Ngajual sawah sapuluh are anu sakuduna pihargaeunna téh Rp. 250.000.000-eun, ngan dibayar Rp. 1.000.000 sa-arena ku anu meuli. Lamun pareng keur usum panén bonténg, cacim, kol, cabé, jeung hasil tatanén anu séjén, teu burung ditipuan ku tangkulak anu meuli, da puguh teu nyaho jeung apal-apal acan kana angka jeung nomer dina kiloan. Anu sakuduna beurat bonténg dina kiloan téh 20 kg, deur ku tangkulak mah disebutna téh 12 kilo. Bisnis jeung usaha kana nanaon ogé tara untung, anu puguh mah ninggang dirugi jeung rugi baé. Kitu anu kapikiran ku Cép Lukman.

Rék ngalamar gawé ka kantoran? Jigana moal aya perusahaan atawa kantor anu daékeun narima ka jalma anu buta aksara mah. Apan syaratna digawé dikantoran mah lolobana kudu geus sarjana. Paling banter jadi kuli atawa buruh kasar anu buruhannana teu sarimbag jeung késang boh tanaga anu dikaluarkeun. Rugi jadi manusa bodo mah. 
Meureun dina enyana ogé lamun ngalamar k…

Kang Warsa - 2014